Senin, 16 Februari 2015

[Sinopsis India-Movie] Happy New Year Part 3


DUBAI



Seorang reporter wanita bernama Lola Kutty sedang bertugas melaporkan langsung dari Hotel Atlantis di Dubai! Satu persatu tim kompetisi dance dating, salah satunya adalah juara bertahan , tim Korea. Kemudian di belakangnya datang tim India, tim Diamons.
Saat Charlie baru turun dari mobil, ada tomat yang langsung mendarat di wajahnya. Masyarakat India tidak terima karna yang mewakili negaranya adalah tim terburuk. Mohini, Nandu, Tammy, dan Jag  marah2 karna dilempari, sedangkan Charlie hanya tenang saja menanggapi reaksi masyarakat India yang membenci tim mereka.
Kemudian Charlie berteriak menyuruh mereka semua diam dan memerintahkan timnya segera masuk hotel. Rohan yang sedari tadi hanya merekam kejadian tadi dengan senyum2 saja.

Tammy menemui petugas reseptionis hotel menanyakan kamar tim India. Si petugas wanita menganggapnya keluarga tim yang tidak diperbolehkan ikut menginap serta memanggil Tammy dengan sebutan paman. Tammy marah mndengar dirinya dipanggil paman, dia adalah seorang penari!
Kemudian Charlie dan Jag menghampirinya, ia memberikan paspor, surat2 identitas resmi, dan memperkenalkan diri sebagai Tim India, Charlie. Si petugas wanita langsung terpesona melihatnya dan memperkenalkan dirinya bernama Laela. Jag salah dengar ia mendengarnya sebagai keyla? (pisang)
Saat tim Diamonds berjalan menuju kamarnya, laila berlari sambil memanggil Charlie. Ia memberikan undangan dari Tn. Grover padanya, akan ada pesta malam ini. Mohini cemburu melihat mereka.



Nandu menghentikan lift yang akan tertutup dengan kakinya, di dalam lift ada tim Korea. Kemudian kedua tim di dalam lift yang sama. Ada seorang anak kecil dalam tim Korea, Charlie menyapanya dengan bahasa Korea, “anyeong… (halo)”semua yang berada dalam lift terkejut mendengar Charlie bisa berbahasa Korea. Si anak membalas salamnya sambil tersenyum “anyeong …”
“hai, apa kabar, siapa namamu?” Tanya Charlie dalam bahasa Korea pada anak tersebut.
“Oro,”jawab si anak singkat.
“jangan berbicara!” teriak pria di belakang Oro, sepertinya dia ketua tim Korea.
“kenapa dia begitu serius?” bisik Charlie pada Oro. Oro tertawa mendengarnya.
“jangan tertawa!” teriak si ketua yang mendengar perkataan Charlie.
Tammy yang tidak mengerti perkataan si ketua menanyakan maksudnya pada Charlie.
“dia mengatakan jangan tertawa!”jawab Charlie. Dilarang seperti itu membuat tim diamonds malah tertawa.

888

Tammy, jag, Charlie, dan Rohan sedang di kamar mereka.
Tammy, “Charlie, jika kita tak pergi ke pesta tak apa …”
Charlie, “kita harus pergi … dan hanya 4 dari kita akan pergi. Kita tak akan mengajak Mohini dan Nandu bersama.”
Jag, “aku mengerti mengapa Nandu tak bisa datang  …karena Vicky Grover akan berada di sana, hal ini berisiko. Tapi kenapa Mohini tak bisa ikut?”

Charlie, “ini bukan soal apakah bisa ikut atau tidak.ini soal bagaimana dia akan berdandan! Dia akan memakai pakaian blingy mencoloknya! (Nandu dan Mohini masuk ke kamar, sedangkan Charlie yang membelakangi pintu tidak mengetahuinya dan terus bericara). Dia bukan wanita,dia teks berjalan video music! (Tammy ingin memberitahu keberadaan Mohini, tapi Charlie menghentikan kata2nya). No, no, no, Tammy! Ini bukan soal betapa dramatisnya dia … itu soal bagaimana dia membawa dirinya sendiri, bagaimana dia berperilaku, bagaimana dia berbicara. Bahkan mengapa dia mencoba berbicara bahasa Inggris?! (Rohan memanggil Charlie, tapi Charlie memotong kata2nya). Satu menit saja! Jika Nandu adalah pemabuk dari Sangam Chawl. Lalu dia juga merupakan penari eksotis dari bar kan? (Rohan mengangkat tangan). Ya, apa masalahnya, Rohan?”
“masalahnya adalah …kalau dia (Mohini) dibelakangmu lagi!”
“ah … sial!” Charlie kemudian berbalik.

Nandu, “aku seorang pemabuk? Dia seorang penari? Dan kau adalah seorang kelas atas bergengsi?!”
Mohini, “ada apa dengan itu? Kau seorang pemabuk dan aku seorang penari. Dan Charlie adalah kapten. Kita akan melakukan apa yang dia katakan. Sekarang, pergi ke kamarmu dan tidur!”perintah Mohini pada Nandu, karena Nandu tidak juga segera pergi, Mohini meninggikan suaranya, “SLEEP!”kemudian ia mengingatkan yang lainnya bahwa besok latihan jam 9.


Jag menghampiri Mohini yang sedang bersedih di balkon. Ia menyuruh Mohini tidak memasukkan ke dalam hati kata2 Charllie tadi.
Mohini, “setiap gadis ingin … dicintai, dihormati, dan diperlakukan dengan baik. Ini bukan mimpi masa kecil siapapun… untuk menjadi penari disebuah bar suatu hari nanti! Jika bukan karena masalah keluargaku … aku juga akan pergi ke sebuah sekolah Inggris … tapi nasib memiliki rencana lain.”
Jag, “nasib adalah hal yang berubah-ubah! Yang dapat berubah sisi kapan saja.”
Mohini, “jangan menggosok garam pada lukaku dengan berbicara seperti Charlie …”
Jag, “Charlie itu naïf, Mohini … dia tidak tahu bagaimana berbicara dengan seorang gadis … dan kau adalah gadis pertama … yang amat dia suka … (Mohini terkejut mendengar perkataan Jag). Dia menyukaimu …tapi dia tuli di kedua telinga sejauh itu bersangkutan dengan cinta… (mereka tertawa). Dia tak bisa mendengar panggilan hatinya sendiri.”
Mohini, “lalu bagaimana cara membuatnya mendengar itu?’
Jag, “dengan meledakkan bom.”
“bom?”
“mmm, sebuah bom besar! Mohini bom!”

888

Charlie, Tammy, Jag, dan Rohan sedang berada di pesta. Charlie melihat Vickey Grover berada di pesta tersebut, ia bersyukur Nandu tidak ikut ke pesta, “jika dia ada disini, dia akan berkata …”
“Hey serupa, berkulit hitam!,”kata Nandu yang tiba2 muncul dengan berpakaian orang Arab.
Charlie memarahinya,ehh! Nandu apa yang kau lakukan disini? Kubilang jangan keluar dari kamarmu. Kau layak ditampar untuk ini!” Charlie langsung menampar Nandu yang sudah mabuk.
“anggur gratis, di dalam perutku ini… seiring dengan bebek goring…”
Charlie kemudian membekap mulut Nandu yang terus nyerocos dalam mabuknya dan menyembunyikannya di bawah meja.


Kemudian, music tiba2 berhenti. Semua tamu melihat ke atas tangga, Mohini sedang berdiri dengan pakaian yang anggun, Charlie yang melihatnya langsung terpana. Mohinihanya berjalan melewati Charlie menuju Jag dan Tammy. Charlie hanya tersenyum menanggapi tinggah Mohini.
“bagaimana penampilanku?” Tanya Mohini pada Tammy.
“seperti Barbie saja”puji Tammy
“benar … seperti ‘bhabhi’ku! (adik ipar)”lanjut Jag.

Vickey Grover mendekati mereka, ia juga terpana melihat Mohini. Mohini salah mengenalinya sebagai Nandu dan memanggilnya Jhakkass (orang bodoh) Nandu?! Charlie menjelaskan itu hanya panggilan akrab seperti tampan, bung gitu … vickey percaya saja dan mengajak Mohini pergi.



MC kemudian mengumumkan kedatangan Tn. Grover.
Tammy berbisik pada Charlie agar tak bersikap mencolok. Tapi melihat Grover mengacuhkan dan memandang remeh tim Diamonds membuat Charlie tampaknya tersinggng. Ia kemudian berjalan mendekati Grover.


Charlie memperkenalkan diri sebagai tim India, “anda pasti sudah mendengar tentang kami, pastinya ….”
“Tim India. Tentu saja!” kata Grover singkat kemudian berpaling.
Melihat Grover tetap acuh, Charlie berkata, “anda merasa malu untuk bertemu orang anda sendiri (India), jadi kami pikir kami akan datang dan menyapa. Ada apa Tn. Grover…anda tak akan menyambut kami?”

“Bicara soal penyambutan kalian yang bergema melalui Dubai! (dilempari tomat saat datang) Pastinya sambutan yang cukup!”, semua tertawa mendengar ejekan Grover.


“Tn. Grover, kita orang India yang seperti ini saja, jika kita menyukai seseorang kita memberi hati kita dan membuat mereka seperti raja, dan jika kita tak menyukai seseorang… maka lempar tomat.”kata Charlie tersenyum, kemudian berkata dengan serius, “tapi ada satu hal Tn. Grover, kita tak berpaling saat berbicara. Mereka mengatakan kalau orang2 yang terlihat berpaling memiliki rasa bersalah dalam hati mereka.”





Grover yang mendengar sindiran Charlie tetap bersikap tenang menanggapinya, kemudian ia merangkul Charlie dan berkata,”selama ini dia tamu kita, jadi hanya untuk beberapa hari saja… dan kita perlu menyelenggarakan sebuah acara besar, kan? Bagaimanapun juga cara masuknya mereka, aku yakin 100%... mereka pasti keluar dilevel berikutnya! India memiliki track record…apakah itu tim Olimpiade…atau film untuk Oscar…mereka selalu mengirim pecundang. Kau (Grover bertanya pada orangnya), apa yang kau katakana? Siapa yang akan menang WDC? Aku tak tahu siapa yang akan menang tapi aku tahu siapa yang akan kalah… kupikir kau harus menaruh uangmu pada mereka.”


“Aku berjanji Tn. Grover,”kata Charlie, “kebahagiaanmu saat melihat kami disini sekarang, bukan apa2 dibandingkan kesedihan anda… saat kami hilang.”

“yang menyedihkanku adalah …yang keluar mewakili Negara dari 1,3 miliyar orang, jadi inikah orang2 pilihan India itu?”

“jangan khawatir…kami sudah cukup untuk kalian.”jawab Charlie, kemudian berjalan pergi.


Tim Diamonds berada dalam lift kembalinya dari pesta. Mereka saling berkata dalam hati.
Mohini, “bagaimana Nandu mengubah pakaiannya begitu cepat? Hebat juga!”
Nandu,”aku merasa sangat baikan setelah muntah….(Nandu muntah saat pesta dan mengenai vickey Grover)”
Semua merasa jijik melihat Nandu, jag mendelik marah,”berhenti bersendawa! Babi gila!”
Charlie, “aku sudah bilang jangan membawa pemabuk ini! dan aku bilang untuk jangan meninggalkannya sendirian. Ini semua salahmu! (membiarkan Mohini ikut pesta dan meninggalkan Nandu sendirian).”
Jag,”Apa? Salahku? Mengapakau (Nandu) datang ke pesta? Sampah!”
Nandu, “pertama, kau tak pedulikanku, dan sekarang kau bertengkar dengan Charlie?”
Tammy, “berpikir keras, keledai tuli ini tak mendengar sepatah katapun. Sampah!”
Nandu, “pertama, kau tak pedulikanku, dan sekarang kau bertengkar dengan Charlie?
Mohini, “aku akan senang untuk bertengkar secara fisik dengan dia.”
Jag, “kau (nandu) diam saja!”
Nandu, “kau terengah-engah!”
Rohan menyuruh mereka berhenti bertengkar, “Shhh! Teman2! Jangan berpikir begitu keras. Mohini akan mendengar kita!”

Mohini bernyanyi dalam hati dengan tatapan menggoda dan menari pada Charlie, “aku lebih cantik sekarang dengan mengatakan namamu…… namamu….namamu…namamu….” rohan dengan senang merekamnya. Pintu lift kemudian terbuka,Charllie berkata dalam hati menyuruh Mohini keluar karena itu adalah lantai kamar mohini.





Mohini tampak kesal, “cepat juga! Aku ingin ….memakanmu! selamat malam!”
Charlie tampak kesal menyuruh semuanya diam dan tak berkomentar. besok ia ingin membahas rencana lagi.

888

Di kolam renang hotel. Tim Diamonds kecuali Mohini sedang membayangkan rencana pencurian mereka.



Tammy berkata sambil bersama lumba2 di dalam kolam, “Hadirin! Selamat Datang di Misi Merry Cristmas! Berliannya akan masuk Shalimar besok malam. Mengerti?”


Charlie mendengarkan perkataannya sambil duduk santai di pinggir kolam,”sangat bagus, Tammy, Rohan lanjutkan…..”


Rohan, “titik awal dari misi kamar 9C. masalahnya, kamar ini bisa diberikan kepada siapa saja. Tapi aku telah memberikan kamar 9C… UntukTim India!” Rohan meng-hack dan mengubah kamar 9C menjadi kamar Tim India (Diamonds)



Jag, “kita tampil ketiga semifinal. Ada 5 pertunjukan lebih setelah kami.”
Tammy, “yang berarti kita punya banyak waktu untuk merampok berlian.”
Jag,”kita akan keatas panggung dan tampil.”
Tammy, “dan penonton akan melempar pisang. Cerita berakhir. Selamat menikmati!”


Tammy dan Charli berganti pakaian untuk mencuri, tammy melanjutkan perkataannya, “setelah tarian mengerikan kita… aku dan Charlie akan masuk kesaluran. Sasim abracadabra!”pintu dinding kamar terbuka.




Rohan,”sementara aku menelephone Vickey Grover ke lift.”
Tammy, “ini suatu hal yang mudah!”
Rohan,”halo Tn. Vickey … bla bla bla…….lift 3 kesini cepat.”




Vickey menuju ke lift, di dalam sudah ada Jag dan Nandu yang memakai cadar.
Jag, “dua detik setelah memasuki lift, Vickey tak ada gunanya bagi kita.”kemudian Jag menyuntik Vickey dengan obat tidur. Kemudian mengambil sidik jari Vickey.



Nandu mengubah dirinya seperti Vickey dan berjalan ke ruang brankas Shalimar melewati barisan para bodyguard yang benjaga. “kalian tertipu,kan? Aku bukan Vickey! Aku Nandu Bhide! Nandu Bhide adalah orangnya! Sekarang kalian menontonku berbicara bahasa Inggris! English. English. English. English. English!” aku buka biometric sekarang.”
Nandu membuka pintu biometric dengan print sidik jari Vickey. Aabraa Ka Daabraa! Simsim!






“sementara itu, Charlie dan si gendut…….akan mencapai sisi lain dari saluran.aku akan membuka dengan kunci allenku. Charlie dan si gendutakan masuk…… aabraa ka dabraa simsim, bagian 2! ”
Charlie  menepuk pundak Nandu, “bagus tentara! misi kami sukses karenamu!”


Beralih pada Rohan, “aku akan antar Charlie dan Tammy ke depan dari sini…. Dengan menon-aktifkan perisai Laser!”
Tammy, “dari sini,kisah yang sangat romantic!”





Charlie bergaya bagai pemain biola, lagu yang menjadi latarnya adalah lagu Mohabbatain, “jari sihir Temhton Irani…..dan brankas Shalimar!”

Kembali kedunia nyata.

Rohan, “eh, aku punya keraguan ……. Kau akan masuk dengan bantuan Nandu….tapi bagaimana kau akan keluar?”
Tammy, “sama seperti cara kami masuk!”
Charlie, “tidak, Tammy…..kita tak bisa keluar dengan cara yang sama saat kita masuk. Shalimar terletak 150 m dibawah tanah…….kita bisa turun (merosot/meluncur) kesaluran, tapi kita tak bisa naik kembali. Tidak.”
Rohan, “tapi, Charlie, jika kau tak keluar dalam waktu 5 menit, keamanan itu terkunci tomatis sendiri…denganmu (Rohan menghadap Tammy) di dalamnya!”


“dinding baja 6 inci! Dua lubang bawah  memiliki ruang yang cukup hanya untuk pipa oksigen.”
Tammy berteriak membayangkan dia dan Charlie terjebak dalam shalimar, “bagaimana kita akan keluar? Mamaaaaaaaaaa!!!”

 Kembali ke dunia nyata, Tammy marah pada Charlie , “bagaimana kita akan keluar, bodoh!”
Charlie hanya menanggapinya dengan santai,”Jag akan membawa kita keluar.”
Tammy, “keledai tuli ini?”
Jag, “apa yang kau pikirkan gendut? Aku hanya berajah tampan?”
“siapa bilang kau tampan?”
“siapa bilang kau akan keluar?”ancam Jag.
“siapa bilang kau tidak tampan? Seseorang tolong beritahu aku bagaimana kita keluar?”


Charlie,”Tammy… aku katakan padamu Jag akan membawa kita keluar. Kau percaya padaku? Aku akan berada disana juga! Kau akan diurus. Ok, kalian berdua (nandu dan rohan) ceritakan rencananya.”
Nandu dan rohan,”Kapten Charlie! Kami akan keluar dari Shalimar dan bertemu dikamar 9C. dan kita akan merajuk sementara kita menunggu kabar buruk!”



Dibayangkan bahwa ada staff yang memberitahukan kabar buruk! Tim India, DIELIMINASI. Tim Charlie pura2 sedih.mereka kemudian sampai di bandara. Charlie, aturan dari kompetisi besar kalau tim yang kalah …. Akan diantar menuju bandara dengan bagasi mereka…. Oleh penyelenggara pribadi. Dan kita akan terbang kembali ke India dengan berlian.


Rohan,”dan keamanan bandara??”
Charlie membawa minuman yang berwarna biru seperti warna berliannya, berliannya di dalam gelas tersebut yang terlihat seperti es, jadi tak ada yang curiga dan terhindar dari pemeriksaan.

Semua meyembah pada Charlie karena kejeniusannya. Charlie menyuruh mereka semua berdiri.mereka bertemuk tangan, Tammy sangat bangga padanya. Rohan memujinya jenius.
Charlie hanya bersikap santai, “Ayah selalu mengatakan ….. TETAPLAH SIMPEL.”





Bersambung ke Part 4 SABAR YAH …..