Jumat, 21 Februari 2014

[Sinopsis J-Drama] Koibumi Biyori Episode 3


Letter 3
The Letter I Read To You


Narasi Yuuki,”Semuanya biasa saja … tenang … dan membosankan ...”


Saaat Yuuki sedang piket menyapu, ia tiba2 mendengar suara piano. Karena penasaran ia berjalan menuju ruang musik. Ia mengintip untuk melihat siapa yang sedang bermain piano.

Ketika aku mendengar permainan pianonya … aku akan melihat diam2. Saat dia bermain piano.
Dia tetap memainkan lagu yang sama. Setelah 30 latihan, dengan lembut dia mengelap kunci piano.
Meutupnya. Membungkuk dengan penuh hormat kemudian meninggalkan ruang music.
Aku dengan cepat meinggalkan ruangan sebelum dia.


Seperti biasa Yuuki sepulang sekolah ia diam2 melihat permaian piano seorang gadis dengan diam2. Setelah gadis itu selesai memainkan piano, ia berniat meninggalkan ruang musik sebelum ketahuan mengintip. Tapi tak disangka ia terjatuh hingga menimbulkan suara. Karena ketahuan ia buru2 minta maaf saat gadis itu menoleh kearahnya.

Gadis itu juga meminta maaf karena bermain terlalu keras. Yuuki tidak mempermasalahkannya ia memuji jika musiknya sangat bagus. Dengan tersenyum si gadis bertanya apa ia (Yuuki) bersekolah di sini?

“ya”

“maafkan aku … aku telah menggunakan pianomu.”

“tidak masalah”

“piano di sekolahku … tune-nya rusak … tapi tidak ada orang yang memperbaikinya.”

“itu buruk”

“ya. Pertunjukan piano akan tiba, jadi aku khawatir. Aku meggunakan ini(piano) ketika tidak ada orang menggunakannya.”

“kau bisa tetap menggunakanya”jawab Yuuki dengan cepat. Ia senang karena bisa akhirya ia bisa berbicara dengan gadis itu.

“kau kelas berapa?”

“12”

“kau berarti betahun diatasku”

“Dia lebih muda dariku.”pikir Yuuki.

“apa kau punya waktu senggang”Tanya gadis itu.”duduklah. bisakah kau membacakan ini (surat) untukku?”

Yuuki berjalan mendekati gadis tersebut untuk mengambil suratnya. Karena melihat tatapan gadis itu tak focus kearahnya, Yuuki berfikir jika gadis itu buta. Dan benar saja, saat melihat kesekeliling ia melihat tongkat jalan buat orang buta didekatnya. Kemudian Yuuki mulai membaca suratnya, dear Azumi Sawako … ia berheti membacanya dan buru2 mengembalika surat itu karena sepertinya itu surat pribadi.

“aku ingin meminta keluargaku untuk membacakannya. Tapi setelah memikirkannya, rasanya tidak enak untuk meminta pada mereka untuk membacakan surat dari pacarku. Dia sedang siuk jadi tidak bisa menelephoneku. Aku tidak ingin mengirim sms, jadi aku memintanya mengirim surat. Itu tidak seperti aku bisa membacanya. Tapi surat butuh waktu untuk menulis … “ jelas Sawako.”bisakah kau menolongku?” pintanya.

“tapi kau tidak mengenalku, aku tidak ingin mengganggu kehidupan pribadimu …”

“tolonglah!” potong Sawako.

“baiklah …” jawab Yuuki enggan menolak. Sebelum membacakannya, ia membca dalam hati isi surat terebut.


Dear Sawako …
Aky mecintaimu, tapi …
Ayo kita putus.

Karena Yuuki tak kunjung membacakannya Sawako bertaya apa tulisannya susah dibaca? Tidak! Jawab Yuuki cepat. Kemdian ia mulai membacanya.

Dear Sawako
Aku… aku …

Karena merasa tidak enak menyakiti hati Sawako, ia kemudian melanjutkan dengan ersinya sendiri…

Aku menyukaimu saat bermain piano.
Aku merindukanmu.
Aku sedikit sibuk, aku tidak bisa benar2 bisa menulis surat, maaf.
Aku akan segera menulisnya lagi.


Setelah ia selesai membacanya, ia kemdian melihat Sawako menangis.
“aku bahagia”jawab Sawako,”berikankan … surat itu”dengan erat ia mendekap surat tersebut.

Memikirkan bahwa itu surat untuk putus …


Yuuki berjalan mengantarkan Sawako ke pemberhentian bus.
“senpai, berjalanlah di depanku.”pinta Sawako. Saat Yuuki berjalan di depan, Sawako meraik pergelangan tangan Yuuki,”terima kasih.”

“tidak usah mempermasalahkannya.”jawab Yuki gugup.

“selanjutnya … bisakah kau membacakannya untukku? Ketika suratya datang.”

Walau awalnya Yuuki terkejut, ia kemudian mengiyakanya. Tentu saja Sawako senang mendengar.

Saat Sawako sedang meuggu bus, di sisi lain Yuuki berjalan menuju rumahnya dengan perasaan bersalah. Apa yang harus ia lakukan? Ia kemudian berfikir memberitahykan yang sebenarya megenai is surat tersebut. ia kemudian berlari kembali kearah halte tempat Sawako menuggu bus.


Tapi, saat melihat Sawako sangat bahagia sambil memegang surat itu. Ia tak tega untuk mengatakan kebenarannya. Jadi ia mengurungkan niatnya.


Yuuki kemudian memutskan mengirimkan surat atas nama pacar Sawako.


Saat di sekolah, Yuuki membaca buku mengenai menulis surat. Disaat kebingnganya seorang guru aita menghampirinya,”surat apakah meulis surat cinta?”Tanya si guru. Dengan cepat Yuuki membantahya.

“jangan malu2”

“aku tidak”

“susah, bukan? Mencoba meyusun kata2 …”

“benarkan?” tanpa sadar Yuuki menjawabya.”akutidak puny aide bagaimana harus menlisya.”

“hanya jadilah dirimu sendiri. Simple is best.” Saran si guru.


Di sebuah café, Yuuki merenungkan saran gurunya. Ia mencoba menulis surat buat Sawako. Ia bingung apakah yang ia lakukan itu benar? Kemudian dengan memikirka Sawako ia menulis suratnya.


Saat Yuuki menuju ke ruang music, ia melihat Sawako sedang menunggnya di depan pintuuntuk meminta tolog membacakan surat yag ia kira dari pacarnya.

Dear Sawako.
Apakah kau baik2 saja …?
Aku ingin bertemu denganmu.
Medegarkanmu saat bermain piano.
Aku memikirkannya setiap hari.
Aku akan menulisnya lagi.

Sawako berterima kasih Yuuki mau membacakannya. Sedangkan Yuuki lega karena Sawako tidak menyadari jika suratnya palsu.
“’dia … tidak perah berkata seperti itu padaku dalam kenyataan.”kata Sawako. Yuuki jadi gugup jika Sawako tahu surat itu palsu.”itu kenapa …aku tersentuh.lanjut Sawako. Yuuki lega mendegarnya karena itu berarti Sawako tak menyadarinya.

Yuki menulis suratnya lagi di café.

Dear Sawako
Bagaimana kabarmu?
Aku sibuk seperti biasanya tapi aku sehat2 saja



Aku mengamatinya saat membaca surat
Kebiasaanya memainkan piano ada dalam pikiranku.
Aku memikirkanya ketika aku meulis(surat).
Saat dia menggenggam surat itu …
Satu demi satu …


“aku ingin menjadi surat itu!” kata Yuuki berkata pada dirinya sendiri

XXX


Ketika aku berfikir disentuh oleh jari2mu yang putih …
Aku jadi jealous pada surat ini.
Aku berharap bisa menggeggam tanganmu segera.

“Hari ini … suratmya sedikit pervert.komentar Sawako yang membuat Yuuki terkejut.”tapi mugkin itu bagaimana dia. Dia menemukan ketertarikan melihat jari2ku meekan kunci piano. Dia mengatakannya dengan erotic dan menuangkanya.”

“aku suka melihatya …”jawab Yuuki tapa sadar menanggapiperkataan Sawako. Tetu saja ia langsung mengoreksinya,”eh … aku bermaksud melihat permainanmu langsung.”

“tentu saja. Untuk berterima kasih padamu karena telah membacakannya untukku.”

Dia bermain (piano) untukku.
Tidak … dia tidak …Itu bukan untukku …
Dia bermain untuk(pacar)nya …


Yang aku inginkan adalah …Bukan surat.
Aku ingin … bersamanya.
Jika … aku membacakan suratnya yang aku tulis sendiri.
Bisakah dia menerimaku?



Saat Yuuki meulis surat ia membayagka wajah Sawako yag sedih jika tahu bahwa sema surat2 itu dariya.

XXX


Yuuki bertepuk tangan setelah Sawako memainka pianonya. Sawako juga senang karena Yuuki datang diwaktu yang tepat, karena ia ingin Yuuki membacakan suratnya. Yuuki membacakan suratnya dengan lantang.
Dear Sawako
Hari2ku … biasa saja, tenang, dan membosankan.
Tapi ada sesuatu yang aku lihat.
Itu adalah kau!

Sawako yang tadinya tersenyum menjadi terdiam, ia menyadarijika itu bukan dari pacarnya.mungki iajuga tahu itu dari Yuuki.


Aku suka melihatmu …tertawa, menangis, dan tersenyum saat suratku dibaca.
Aku selalu ingin … utuk melihatmu
Apakah aku … tidak cukup baik?

Sawako tampak bingung dan bersedih”surat ini … aku tidak bisa menerimanya, aku tidak meyukainya. Aku senang, kau tahu! Aku berfikir tentang apa yang dia aka kataka di dalam surat selanjutnya. Aku memikirnya setiap hari. Ketika aku menerima suratnya, aku bisa tetap hidup.”


Yuuki menggenggam tangan Sawako,”itu tanganku.”kmudian menempekan tangan Sawako ke wajahnya, ia berkata degan sedih”ini adalah wajahku. Sawako-san, lihatlah aku! Ini adalah diriku! Orang yang menulis surat adalah ..”

Karena tak ingin mendengar kebenaraya, Sawako mendorong Yuuki hingga tersugkur. Ia berlari, dan hampir saja jatuh ke bawah paggung jika Yuuki tak menariknya.
“jangan mengatakannya”kata Sawako histeris.”tolong… jangan mengatakannya … aku tidak tahu! Apa … apa yang harus aku lakukan?! Aku tidak tahu!”


Karena tak tega melihat Sawako bersedih, Yuuki berkata bahwa semuanya baik2 saja,”surat2 itu akan datang lagi besok. Besoh … kau akan menerima suratnya lagi besok. Okay? Semuanya baik2 saja.”

XXX


Walau bersedih, Yuuki tetap menulis suratnya. Jika ia ingi membuatnya tersenyum. Itu adalah yang harus ia lakukan.

Dear Sawako
Bagaimana kabarmu?
Aku akan menulis utukmu setiap hari mulai sekarang.
Aku erharap aku bisa tetap di pikiranmu …
Setiap hari… Bermain piano untukku …
Aku harap … kau tidak akan melupakanku.


XXX


Saat akan masuk ruang music, Yuuki tidak melihat Sawako di depan pintu seperti biasa. Mungkin karena khawatir Sawako pergi, Ia dengan cepat berlari masuk kedalam. Teryata Sawako telah menunggunya, saat Yuuki masuk Sawako berjalan mendekatinya.


Sambil tersenyum Ia meraba wajah Yuuki,”pipi, hidung, bibir.”


“Yuuki-kun? Maukah kau mendengarkan permainan (piano)ku?”pinta Sawako. Kemudia ia menggadeng tangan Yuuki yang sedang bingung menuju piano. Tapi kemdian Yuuki ganti mengarahkanya.


Sawako bermain piano untuk Yuuki.

The end




Sabtu, 15 Februari 2014

[Sinopsis J-Drama] Koibumi Biyori episode 2



Letter 2
Love Letter in the Library


Narasi Ririko: Terkadang aku berfikir, kenapa aku di sini?
Bukannya aku benci sekolah atau temanku …
Tapi …



Di sini (library) di mana aku merasa nyaman …
Di mana aku bisa menjadi diriku sendiri …
 Di dalam duniaku …


Ririko bertugas menjaga Librarysepulang sekolah, setelah ia merapikan buku2 ke rak, ia menemukan amplop yang diselipkan di dalam sebuah buku yang terakhir ia baca kemarin yang tiba2 ada di atas meja penjaga. Ternyata itu ditujukan kepadanya…

Kepada Takase Ririko
Aku membaca buku itu.
Aku melihatmu membacanya.
Ketika membaca sebuah buku di Library,
kecantikanmu tak ada tandinganya dan berlimpah sepenuhnya.
Tapi, itu kenapa aku ingin menemukan duniamu.
Itu adalah rahasiaku.

Aku telah dilihat, siapakah itu?

XXX



Keesokan harinya saat masuk ke kelas, cowok yang seharusnya bertugas menjaga Library bersama Ririko, Emoto, meminta maaf karena kemarin tidak menemaninya bertugas dan berniat ikut bertugas hari ini. Tapi, Ririko langsung menolak karena ia merasa menyenangkan bekerja sendiri. Terlihat bahwa Emoto merasa tersinggung sambil berjalan meinggakan kelas. Ssedangkan Ririko langsung duduk ke bangkunya.

Aku tidak ingin orang lain, masuk ke duniaku …

XXX

Saat Ririko masuk ke Library, ia menemukan kembali surat di dalam buku lagi …

Kepada Takase Ririko
Sebenarnya, aku melihatmu membaca suratku.
Aku tidak memiliki keberanian untuk menyebutkan namaku.
Jadi aku hanya melihatmu membaca surat yang aku tulis.
Itu sangat alami dan bijaksana, kan?


Ririko terenyum membaca surat terebut. Teryata di dalam amplop surat ada mainan katak berwarna pink.

XXX


Malam harinya, di kamar Ririko menulis surat balasannnya.

Kepada seseorang yang mengirimku surat
Apa makna di balik katak pink itu?
Juga, apakah kau memiliki buku untuk direkomendasikan?

XXX

Pagi harinya sebelum masuk kelas, Ririko pergi ke Library untuk menyelipkan surat balasannya di antara buku yang ditaruh di meja pengawas, seperti yang biasa dilakukan orang yang mengiriminya surat.

Apakah ia akan membalasnya?

XXX

Saat pulang sekolah, Ririko terlihat khawatir apakah suratnya dibaca …
Masuk ke Library, senyumnya mengembang karena ada surat balasan untuknya.

Kepada Takase Ririko
Itu (katak pink) adalah gambaran yang aku dapat dari buku itu.
Aku menuangkan kesanku dari buku ini dengan surat.
Seperti “paper filter”.


Ketika aku membaca buku yang kau baca.
Aku merasa seperti kita menyaring pikirang yang sama.
Apakah aku … benar2 telah masuk ke duniamu?
Aku tidak membaca banyak buku,
Tapi, aku menyarankan “Bokkochan”.

XXX

Ririko menulis surat balasannya lagi …

Kepada seseorang yang mengirimiku surat
Itu adalah buku fiksi pertamaku, tapi itu menarik.
Aku merasa seperti, aku mulai tahu duniamu.
Aku akan menuangkan kesanku dari buku
Ngomomg2, itu adalah seekor ngengat.


XXX

Kepada Takase Ririko
Itu bukan kupu2 tapi ngengat.
Aku berfikir itu sangat mirip sepertimu.

Seperti biasa Ririko membaca buku di dekat jendela, ia bertaya-tanya di mana si pengirim surat melihatnya …

Kepada Takase Ririko
Tolong sarankan buku juga untukku
Hari ini, bersama dengan surat ini …
Itu bukan gambaranku dari buku, tapi gambaranku tentangmu …





Ririko mendapat cincin (?) bersama surat yang dikirimkan padanya, Emoto mengomentarinya saat Ririko memakainya di dalam kelas,”jadi kau gadis seperti itu. Meskipun kau “Serious Librarian”.

Tak seorangpu dapat mengotori… duniaku …

XXX

Kepada orang yang mengirimiku surat
Aku ingin bertemu denganmu
Sepulang sekolah hari ini …
Aku akan menunggu di Library.

XXX


Sepulang sekolah, Ririko berjalan dengan perasaan was-was. Saat masuk ke dalam Library, tak sengaja ia melihat Emoto saat menyelipkan surat ke dalam buku. Karena ketahuan Emoto tidak jadi memasukkan suratnya. Ririko dengan bertanya dengan suara lantang ada kekecewaan di dalamnya,”apakah itu kau (yg mengirimya surat)? Kenapa? Permainan apa yang kau mainkan? Membuat taruhan dengan Yamada and the gank? Aku tidak percaya itu darimu …”

“apakah kau sangat membenciku?” taya Emoto kesal sambil mencengkeram  lengan Ririko dengan mata berkaca-kaca. Ririko meminta melepaskanny, dengan cepat Emoto berlari keluar Library. Sedangkan Ririko menangis mengetahui kenyataan orang yang selalu megiriminya surat ternyata orang yang ia benci.

XXX



Keeokan harinya …

Aku kembali ke diriku sebelumnya, sebelum aku menerima surat-surat.
Ini adalah duniaku. Diriku sedirian.

XXX

Saat Ririko mengira Emoto berhenti mengiriminya surat, ternyata ia menemukan buku di meja penjaga lagi yang di dalamnya terdapat surat. ragu2 ia membukanya ...

Aku minta maaf tentang apa yang telah terjadi.
Aku ingin mengirim surat untuk mengatakan bahwa aku tidak bisa menemuimu.
Sejak aku melihatmu membaca hari itu di Library.
Aku ingi mengirimimu surat.


Jika itu hanya surat, kau tidak akan tahu itu aku.
Aku fikir aku bisa mejadi baik melalui surat.
Aku senang bahwa kau membaca surat2ku.
Dan mendapat balasan untuknya.
Aku adalah orang yang menulis surat ini.


Ketika bagian diriku ingin kau tahu bahwa aku orang yag menulis surat …
Aku benar2 tidak ingin kau tahu itu adalah aku.


Tapi … kau membenciku.
Aku memang bodoh berfikir aku bisa dekat denganmu meskipun dengan surat.


Setelah membacanya Eriko buru2 berlari keluar mencari Emoto. Ia menemukannya di ruang kelas saat Emoto mengemasi barang2nya bersiap-siap pulang. Saat emoto berjalan keluar, Ririko melemparnya dengan penghapus papan untuk meghentikannya. Tentu saja Emoto marah karena bajunya jadi kotor tapi saat melihat Ririko menangis ia jadi bingung. Kenapa kau menangis?

“kenapa? Kenapa? Walaupun kau menyukaiku. Walaupun kau mengirimiku surat. Setelah semua itu, kenapa? Penggaggu!” teriak Ririko.

“aku lebih mengganggu!”

“aku membencimu!”

“Aku tahu itu …”

“tapi … tapi aku bersyukur. Surat2mu membuatku senang.”


Emoto mendekati Ririko yang jongkok sambil tertunduk sambil memperlihatkan sebuah buku,”bacalah ini . tapi itu adalah sains fiksi.” Ririko tersenyum mengangguk, kemudian menerima buku tersebut.

XXX


Keesoka harinya sepulang sekolah seperti biasa Ririko bekerja menunggu Library. Saat masuk ke dalam ia tersenyum melihat Emoto sudah menunggunya sambil membaca buku.

The End