Selasa, 11 Februari 2014

[Sinopsis J-Drama] Koibumi Biyori episode 1


Drama: A Perfect Day for Love Letters
Romaji: Koibumi Biyori
Japanese: 恋文日和
Director:
Writer: George Asakura (manga)
Network: NTV
Episodes: 10
Release Date: January 6, 2014 --
Runtime: Mondays 25:29-25:59
Language: Japanese
Country: Japan

Berada dalam sebuah sekolah tinggi yang dikenal untuk kebijakan liberal. 10 kisah cinta yang diceritakan dengan setiap cerita seputar surat cinta.


Catatan:
1. Berdasarkan seri manga "Koibumi Biyori" oleh George Asakura (pertama kali diterbitkan tanggal 9 Maret
2001 oleh majalah manga Bessatsu Teman).
2. 10 perempuan dari kelompok Jpop "E-gadis" yang ditampilkan dalam drama seri. Seorang anggota yang berbeda akan memainkan tokoh utama di masing-masing 10 episode.

Sumber: http://koleksidramaku.blogspot.com/2014/01/koibumi-biyori-j-drama-2014-02-raw-00.html

Drama ini Berisi 10 Kumpulan Cerita, di setiap episode berbeda kisah mengenai surat, wanita, permasalahan, dan cinta. Cerita yang menurutku cukup ringan untuk diikuti.


Have you ever writer a letter?

LETTER 1 Flower Blooming in The Snow



pemain:
Shuuka Fujii
sbg Miyashita Chiyuki 
Daisuke Kikuta
sbg Kumashiro Ryuhei
Shizuka
sbg Teacher


Aku mungkin menghilang tapi … 
ingatlah aku …
Jika itu hanya sedikit dan sebagian …


Narasi Ryuhei,”6 bulan lalu … Miyashita Chiyuki pindah ke sekolah kami. Tapi … entah bagaimana dia susah didekati … dan aku tak pernah berbicara dengannya sama sekali. Semua yang aku tahu bahwa kapanpun dia meintas … selalu ada wangi yang enak …

XXX

Suatu hari Ryuhei tiba2 mendapatkan surat yang tak ada nama pengirimnya.

Untuk Kumashiro
Aku mungkin menghilang tapi … ingatlah aku.
Aku tidak peduli jika semua orang lupa tentangku. 
Aku ingin hanya kau yang mengingatku.
Jika itu hanya sedikit dan sebagian.


Ryuhei mencium wangi surat tersebut sama dengan saat ia berpapasan degan Miyashita Chiyuki.

XXX

Di sekolah beredar cerita megenai Miyashita yang sedang diawasi karena pernah melihatnya di taman malam2. Kabarnya Miyashita tidur di taman. Ryuhei yang mendengarya teringat aka nisi surat yang menyatakan agar mengingatnya (Miyashita) jika ia menghilang. Ryuhei yang tak melihat Miyashita tak ada dibangkunya menjadi khawatir, ia berlari mencari gadis itu.


Saat Ryuhei berlari ke atas gedung, ia melihat Miyashita saat berusaha mengambil syalnya dan menganggapnya hendak bunuh diri. Ryuhei memarahinya karena berbahaya karena ia bisa mati jika jatuh.

“ahh… aku tidak berfikir tentang itu”, jawab Miyashita cuek,”Tapi, mungkin itu akan lebih baik.” Ia berjalan begitu saja meninggalkan Ryuhei. Saat berpapasan Ryuhei sangat yakin jika surat yang ia terima dari Miyashita dari baunya.

XXX


Malam harinya, Ryuhei sedang bingung untuk membalas surat yang ia yakini dari Miyashita. Kemudian ia terinspirasi dari foto salju yang tertempel di depannya.

Untuk Miyashita Chiyuki.
Pernahkah kau melihat salju? 
Bukan salju seperti di Tokyo. Maksudku, salju yang asli.
Itu seperti kelopak bunga putih jatuh dari langit.
Itu benar-benar cantik.
Suatu hari, aku ingin kau melihatnya juga.
Sampai saat itu tiba, aku tidak ingin kau menghilang …

XXX

Saat di kelas Miyashita tampak cuek seperti biasa, itu membuat Ryuhei menjadi tidak yakin apakah benar surat itu dari gadis itu?

XXX


Di perjalanan pulang, Ryuhei melihat Miyashita dipeluk seorang laki2. Walau terkejut ia berusaha cuek meneruskan perjalanannya. Tanpa diduga Miyashita memanggilnya, mengajak pulang bersama. Miyashita menggandeng tangan Ryuhei berlari menjauh dari laki2 tersebut.


Sampai ditaman, Miyashita berterima kasih karena Ryuhei menyelamtkannya dari pria tersebut. ryuhei melarang Miyashita menemui pria itu, karena siapa tahu apa yang akan ia perbuat pada Miyashita?

“berfikir seperti pembatasan, akal sehat, dan rasa hormat … tidak ada yang benar2 berarti bagiku,”jawab Miyashita, ia mengucapkan selamat tinggal, karena ia megatakan bahwa ia tinggal disitu (taman). Dengan santai gadis itu duduk di bangku taman membaca bukunya.

XXX


Malam harinya, karena khawatir Ryuhei berlari mencari miyashita di taman. Saat itu gadis yang ia cari sedang tidur di bangku taman.
“Apakah kau benar2 ingin mati seburuk itu?” Tanya Ryuhei sambil terengah-engah.

“Tidak”

“Lalu kenapa?”

“Aku tidak berfikir membunuh diriku. Tpi jika aku mati, lalu seperti itu. Aku tidak benar2 peduli.” Kemudian Miyashita berjalan ke air mancur taman hendak mencuci muka.

Saat Miyashita menjeburkan diri ke kolam, Ryuhei buru2 menghampirinya kemudian mengulurka tangannya bermaksud membantunya keluar dari kolam. Tapi, Miyashita maah menarik tangannya hingga Ryuhei ikut masuk ke dalam kolam.

XXX


Ryuhei mengajak Miyashita pulang ke rumahnya. Miyashita mengajak Ryuhei mandi bersama karena jika tidak mereka bisa kedinginan. Mereka bisa masuk dengan masih memakai baju.

Akhirnya mereka masuk ke bak air panas dengan masih memakai baju.

XXX


Ryhuei, Miyashita, dan kakak Ryuhei main kartu bersama. Mereka bermain dengan gembira. saat Miyashita keluar ruangan, kakak Ryuhei bercerita bahwa tetangga Miyashita mengatakan ibu Miyashita pemabuk dan membawa laki2 ke dalam rumah.

XXX


Miyashita minta izin melihat kamar Ryuhei. Ia melihat foto yang ditempel di depan meja belajar.
“Aku mengambilnya (foto salju) saat di rumah nenekku. [di mana?] Aomori.” Miyashita terenyum mendengarnya.”Kami hanya mempunyai ibu, jadi ketika kami kecil … kami akan menghabiskan liburan musim panas dan musim dingin berlibur dengan nenek kami.”

“Aku tidak pernah ke sana. Kita akan pindah setiap waktu ibuku mendapatkan pacar baru.”

“Tidak ada apa2 di sana [Aomori]. Tapi saljunya benar2 cantik. Saat pertama aku melihatnya, aku jatuh cinta dengannya. Seperti kelopak bunga berjatuhan. Itu adalah pertama kali aku melihat sesuatu yang sangat cantik. Aku ingin kau meihatnya juga. Hidupmu akan sia2 jika kau tidak melihatnya.” Saat Ryuhei melihat Miyashita menelungkup di meja belajar, ia menganggap bahwa gadis itu sudah tidur jadi ia keluar mencari futon untuk ia tidur. Terlihat bahwa Miyashita belum tidur, ia menangis.


XXX


Pagi harinya, Miyashita meninggalkan rumah Ryuhei.
Ryuhei melihatnya pergi, berkata,”Kau mungkin menganggap suratku tak berarti, tapi …aku hanya ingin membantu. Aku hanya ingin membantumu.” Miyashita tanpa menoleh pamit pergi.

XXX

Saat di kelas, bangku Miyashita kosong. Ryuhei berfikir gadis itu sakit. Ia hanya senyum2 melihat kea rah bangku Miyashita.

XXX

Sampai di rumah, Ryuhei menerima surat dari Miyashita lagi.


Untuk Kumashiro
Aku tidak berfikir kau akan kau akan mengingat bahwa aku menulis surat itu.
Aku berfikir bahwa kau seseorang yang berkemauan kuat dan bersemangat.
Ketika aku berfikir tentangmu, adakalanya aku berfikir normal dan sedikit senang.
Tapi, aku adalah wanita sampah.
Aku … telah diperkosa oleh … pacar sialan ibuku.
Itu kenapa, au tidak pantas melihat kelopak salju denganmu.


Denga sedih Ryuhei mengingat kebersamaannya bersama Miyashita. Ia berlari ke taman mencari gadis itu. Terlihat Miyashita sedang duduk termenung di bangku taman.


Saat Ryuhei memaggilya, Miyashita berusaha lari menghindar. Tapi Ryuhei denga mudah mengejarya. Miyashita tak tahu kenapa Ryuhei menemuinya, bukannya ia telah membaca surat darinya. Tidakkah Ryuhei memandang rendah dirinya?
Miyashita meninggikan suaranya dengan sedih,”Aku tidak sepertimu!! Jadi … aku tidak akan bisa melihat sesuatu yang cantik seperti kelopak salju!!!”



Ryuhei memeluk Miyashita dengan erat,”Kau tidak harus pulang. Jangan pulang. Jangan tinggal di sini (Taman). Tinggallah di dekatku.” Miyashita yang mendengarnya melepaskan pelukan Ryuhei menjauh membelakangi Miyashita. “Kita berdua bisa melarikan diri! Kita bisa pergi kemana pun bersama!” teriak Ryuhei.


“Kita tidak bisa melakukan itu!”

“Kita bisa! Kita bisa!”

“Itu tidak mungkin!”


“Miyashita … Aku ingin selalu membuatmu tersenyum.” Ryuhei berjalan kearah Miyashiya, kemudian memeluknya dari belakang.,”Kau adalah … bungaku


Miyashita menangi mendengarnya, ia melepaskan pelukan Ryuhei lalu menciumnya.

Setelah hari itu, dia menghilang dari pandanganku …
Aku dengar bahwa dia pindah dengan ayah kandungnya.

XXX


Suatu hari, tanpa diduga Ryuhei mendapatkan surat dari Miyashitayang berada di Sapporo, Hokaido. Dengan cepat Ryuhei langsung membacanya.

Untuk Kumashiro
Ada banyak salju di kota ini. 
Ada banyak bunga salju.
Tidakkah kau datang dan melihatnya?


Aku akan datang …
Untuk melihat bunga yang cantik.







Episode 1 The End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar