Sabtu, 20 Juli 2013

Sinopsis Itazura Na Kiss Love In Tokyo Episode 16 : A Miracle from a Shooting Star Part 1

Aku gag nulis sinopsisnya lengkap, tapi cuma moment yang aku suka aja ...


Kotoko dan Kin-chan berada di restoran ayah Kotoko untuk mengajari Kotoko memasak ^_^. Kin-chan memberikan masakan terbarunya pada Kotoko untuk mencobanya. Kotoko menilai masakan itu sangat enak (seperti biasa). Kin-chan mulai mengutarakan niatnya untuk  membuka restauran yang menghidangkan makanan buatan rumah, serta membuat suasana seperti di rumah dengan wanita pemilik restauran yang baik dan dicintai oleh semua orang. Kin-chan memandang Kotoko,"Kita akan menjalankan restaurant berama." Kin-chan tersenyum lebar. Tampak Kotoko terkejut mendengarnya,"Kin-chan ..."


Di lain tempat Naoki sedang berjalan dengan lesu, galau setelah mendengar cerita dari Jinko dan Satomi, bahwa Kin-chan telah melamar Kotoko. Seperti menggambarkan suasana hatinya, hujan mulai turun.





Naoki hanya berdiri memandang arah datangnya hujan. Tidak peduli dengan turunnya hujan yang semakin deras, Naoki hanya berdiri mematung di tengah taman.



Kembali ke restaurant, Kin-chan mulai berbicara dengan serius sambil memandang ke arah Kotoko,"Kotoko, bisakah kau memberiku jawaban (lamaran) sekarang?"





Kotoko yang bingung mengalihkan pandangannya dari Kin-chan. Tapi kemudian dia berkata sambil memandang ke arah Kin-chan,"Aku minta maaf, tapi aku butuh sedikit lagi waktu untuk memikirkannya."


Kin-chan tertunduk, tampak sangat kecewa mendengarnya,"Jadi kau tidak bisa melupakan tentang Irie setelah semua yang telah terjadi."

"Bu-bukan itu ..."

"Lalu apa?"teriak Kin-chan,"Aku mencintaimu untuk waktu yang lama. Tidakkah kau menerimanya?"


Kin-chan bertanya kenapa Kotoko mencintai Naoki yang dingin?

"Kin-chan"

"Aku kan membuatmu melupakan tentangnya."Kata Kin-chan dengan tegas.




Dengan kasar Kin-chan memegang bahu Kotoko. Kin-chan berusaha mencium Kotoko dengan paksa. Kotoko berusaha melepaskan diri, tanpa sadar Kotoko memanggil nama Naoki. Kin-chan sangat terkejut mendengarnya, karena Kotoko tak bisa menghilangkan Naoki dari pikirannya.



Kotoko juga tampak terkejut dengan kata2nya,"Maafkan aku Kin-chan."

"Aku mengerti, Jadi kau masih mencintai Irie setelah semua yang telah terjadi."Kin-chan hanya bisa tersenyum kecut.

"Gomen ... Aku benar2 minta maaf."Kotoko tertunduk, tampak sangat bersalah. Lalu berlari meninggalkan Kin-chan yang masih terpukul.







Kin-chan mulai menangis, dengan marah dia menyingkirkan makanan yang disajikan untuk Kotoko ke laantai. Berteriak frustasi.



Kotoko berlari dengan sekuat tenaga di tengah hujan deras. Sambil berkata dalam hati dengan sedih,"Aku yang paling buruk."


Kotoko berjalan ke arah taman,"Aku membuat Kin-chan mengharapkan sesuatu karena aku sudah berbuat seperi yang diharapkannya."

"Tapi akhirnya, kata itu keluar dari mulutku ... 'Irie-kun'"


Kotoko berjalan ke arah sebuah pohon,"Aku berpikir tentangnya untuk waktu yang lama ... lalu menderita ..."


Kotoko menangis, bersandar di pohon,"Dan menyerah ... Tapi tetap 'Irie-kun' setelah semua yang terjadi."

"Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi."



Perlahan Kotoko berjongkok di bawah pohon, dia bingung harus berbuat apa. Karena hanya Naoki yang ada di dalam pikirannya. Hujan semakin deras mengguyur bersamaan dengan air matanya yang jatuh semakin deras.



Tiba2 ada seseorang yang datang memayunginya. Kotoko langsung mendongak ke atas.



Ternyata itu Naoki. Jelas saja Kotoko terkejut,"Irie-kun ... tapi kenapa?"

"Aku datang untuk membawamu."

"Kau datang untuk membawaku?"




Naoki mengulurkan tangannya, walau bingung Kotoko menyambut uluran itu, berdiri.


Mereka berjalan perlahan menuju rumah.
Naoki tiba2 bertanya sambil tetap melihat ke depan,"Apakah kau bersamanya?" Kotoko menatap ke arah Naoki dengan bingung. Naoki menjelaskan bahwa yang ia maksud adalah Ikezawa (Kin-chan). Kotoko mengiyakan dengan terbata-bata.  

"Aku dengar dia melamarmu."

"Itu benar. Aku tidak seburuk itu, kau tahu."

"Apa yang telah kau katakan kepadanya?"

"Apapun yang aku katakan padanya tidak ada hubungan denganmu. Sejak kau akan menikah dengan Sahoko-san."

"Benar."

Suasana jadi canggung antara mereka berdua. Kotoko mulai mengatakan bahwa dia akan pindah,"Ayahku dan aku harus memutuskan. Dan aku akan ...." Kotoko terdiam sesaat, kemudian melanjutkan kata2nya,"menikah dengan Kin-chan." Naoki yanng mendengar itu langsung menoleh ke arah Kotoko,"Kemudian Kin-chan dan aku akan mengambil alih restaurant ayahku."

Naoki memotong perkataan Kotoko,"Kau mencintaiya?"

"Kin-chan mencintaiku sejak tahun pertama di SMA."


Karena Kotoko tak langsung menjawa pertanyaannya, Naoki bertanya lagi dengan nada tinggi sambil menatap Kotoko,"Apakah kau mencintai seseorang hanya karena dia mengatakan padamu bahwa dia mencintaimu?"

Kotoko tampak marah,"Apa? ada masalah?" Kotoko meninggikan suaranya,"Aku mempunyai cinta sepihak untuk beberapa tahun dan ... aku lelah mencintai seseorang yang tidak mencintaiku balik. Kua seharusnya hanya berfikir tentang Sahoko-san. Tinggalkan aku sendiri ..."



Naoki langsung menjatuhkan payungnya, lalu memegang bahu Kotoko, berteriak,"Kau mencintaiku."kemudian berkata dengan pelan,"Kau tidak bisa mencintai seseorang kecuali aku."

"Kau sangat percaya diri,"jawab Kotoko,"Itu benar. Itu benar. Itu benar."Suara Kotoko semakin meninggi,"Tapi aku tidak bisa berbuat apa2. Dan kau tidak mencintaiku atas semuanya." Kotoko semakin histeris,"Kau tidak mencintaiku ..."




Tiba2 Naoki mencium Kotoko, terlihat dari matanya Kotoko tampak sangat terkejut.



Naoki melepaskan ciumannya, berkata dengan tegas,"Jangan pernah berkata bahwa kau mencintai pria lain kecuali aku."






Walau terkejut Kotoko tampak senang mendengarnya,"Ini ciuman yang kedua ..."


"Itu yang ketiga."Kotoko tentu saja tidak mengerti,"Kau tidak butuh menghitungnya lagi."





"Itu yang ketiga."Kotoko tentu saja tidak mengerti,"Kau tidak butuh menghitungnya lagi."

Naoki mencium Kotoko lagi, lalu memeluknya dengan sayang. Cie cie cie ....

Karena banyak gambar yang aku masukkan, jadi aku buat 2 Part


1 komentar: