Sabtu, 06 Juli 2013

Sinopsis Kazoku Game Episode 2 Part 1


Pada episode kali ini Yoshimoto akan mengajarkan pada Shigeyuki bagaimana mengatasi penganiayaan yang diperolehnya, mungkin kalian bisa mencobanya ... 
Happy reading!!! ii nee ...^_^



Pagi2 Yoshimoto senam di rumah keluarga Numata dengan intruksi suaranya yang diputar lewat radio, gerakannya aneh tapi lucu.



Ayah dan Shinichi melihatnya sambil sarapan. Ayah berkomentar bagaimana bisa Yoshimoto melakukan senam radio dengan cerah di halaman orang lain? Shinichi menanggapi itu pasti aneh, ayah membenarkan perkataannya, mengatakan Yoshimoto pasti sudah gila dan benar2 melebihi seorang tutor. Ayah merasa risih karena Yoshimoto senam sambil menghadap ke arah mereka, serta saat mata mereka bertatapan, Yoshimoto akan tersenyum.





Ibu yang mendengarkan perkataan ayah sedari tadi dari dapur tampak masih tampak takut pada Yoshimoto karena kejadian kemarin, serta saat Yoshimoto berkata akan berhenti jika Shigeyuki ke sekolah seminggu penuh.

Shinichi berkata kalau Yoshimoto akan memantau Shigeyuki pergi ke sekolah atau tidak. Ayah tak mengeri maksudnya. Ibu menyahut jika ia telah memberitahu ayah kemarin, tapi karena ayah mabuk, mungkin ayah tak ingat.




Ayah mengingat bahwa kemarin malam ia bertemu dengan wanita yang makanannya ia bayarin. Wanita itu berkata bahwa dia juga bekerja di kantor yang sama dengan ayah, lalu memperkenalkan diri, namanya Asami dari General Affair. Asami senang bisa bertemu tuan Numata, kemudian mengajaknya minum bersama. Ayah terlihat senang dengan ajakan itu.


Kembali ke meja makan, ayah berbohong bahwa dia keluar dengan bawahannya yang membutuhkan konsultasi. Ibu tak curuga, lalu menyuruh ayah agar membujuk Yoshimoto-sensei untuk berhenti. Tentu saja ayah tak mau karena harus membayar jika melanggar kontrak. Ibu tetap membujuk.



Ayah sedang membaca Copy-an kontrak yang dikasih Yoshimoto. Shinichi bertanya kenapa ayah tak menelitinya dulu sebelum menandatanganinya? Itu karena Yoshimoto muncul di depan kntor tiba2 dan mulai membaca kontrak dengan lantang (ayah tentu saja malu). Jyga, ayah tak bisa melihat dalam gelap (Yoshimoto datang ke kantor tempat kerja ayah malam2). Shinichi menanggapi bahwa Yoshimoto pasti sudah mengantisipasinya dan berhasil memperdayai ayah. Ayah menjawab itu tak mungkin.



Yoshimoto masuk rumah sambil bernyanyi dengan riang setelah menyelesaikan senamnya. Kemudian menyapa mereka semua. Ayah ingin berbicara dengannya, tapi kemudian terlihat Shigeyuki yang menuruni tangga untuk pergi ke sekolah. Ayah bertanya apa Shigeyuki akan pergi ke sekolah? Shigeyuki hanya mengangguk. ii nee ... Yoshimoto merangkulnya menyuruh sarapan, mereka akan berangkat bersama.


Yoshimoto bertanya pada ibu tentang sarapannya. Ibu yang mendengarnya berkata bahwa dia akan menyiapkannya segera, lalu mengambil telur dari kulkas. Ayah menghampiri ibu, berbisik bahwa Yoshimoto adalah laki2 yang baik. Tentu saja ibu berkata bahwa ayah salah. Ayah menyuruh ibu jangan terlalu khawatir, karena Yoshimoto mengawatirkan Shigeyuki sejak pagi. Ayah pamit pergi ke kantor, ibu sepertinya mau bicara lebih banyak dengan ayah, tapi Yoshimoto bertanya apa bisa ibu membuat telurnya setengah matang? akhirnya ibu tak bisa berkata-kata lagi.



Yoshimoto mengantar Shigeyuki menuju sekolahnya, Shigeyuki mengingat saat Yoshimoto berkata bahwa dia telah membunuh seseorang.

Saat mereka sampai di depan gerbang, Shigeyuki bertanya apa Yoshimoto akan benar2 berhenti jika ia ke sekolah untuk seminggu? Yoshimoto membenarkan. Tapi ada imbalan jika akhirnya Shigeyuki tak pergi sekolah. Jika dia absen satu hari saja, Shigeyuki akan menjadi anjingnya. Berarti Shigeyuki akan mematuhi semua perintah Yoshimoto.



Yoshimoto memperagakan seperti seekor anjing dengan lucu. Guk, guk. Shigeyuki dengan takut meninggalkan Yoshimoto masuk ke sekolah. Yoshimoto melambaikan tangannya dengan gayanya yang khas.



Saat Shigeyuki masuk ke kelas, semua siswa serentak melihatnya. Saat dia ingin duduk, di kursinya banyak ditaruh paku payung. Ternyata paku2 itu sudah dikasih lem, jadi tak mudah melepaskannya.



Bel sudah berbunyi, Shigeyuki tak punya waktu untuk melepaskan paku2 di kursinya. Saat pak guru masuk semua siswa duduk kecuali Shigeyuki. Pak guru menyuruhnya segera duduk, Shigeyuki akan menjawab tapi siswa laki2 yang sering membullynya berkata dengan nada mengancam agar ia cepat duduk karena semua sudah menunggu. Sono-chan menimpali apa seorang idiot di tahun ketiga tidak tahu bagaimana untuk duduk?.Shigeyuki akhirnya pura2 duduk, tapi siswa yang duduk di depannya tiba2 mendorong meja Shigeyuki ke belakang yang membuat Shigeyuki menduduki paku payung di kursinya.


Dari atap ternyata Yoshimoto memotret kejadian itu. ii nee ...


Kozaku Game Episode 1 Part 1




Shigeyuki masuk kelas sambil mengelap wajahnya yang basah, saat menuju pintu untuk pulang, siswa yang sering membullynya menabrak dengan sengaja. Sono-chan melihat Hp siswa itu terjatuh dan mengambilkannya. Saat siswa itu mengecek Hpnya, ternyata Hpnya rusak. Dia meminta pertanggungjawaban Shigeyuki karena Hpnya limited edition dengan membayar 30 Ribu yen besok. Shigeyuki tak bisa membantah.

Saat para siswa yang sering membully Shigeyuki berjalan ke luar gerbang sekolah, Sono-chan bertanya apa benar itu limited edition? Tentu saja tidak, itu Hp model lama.


Yoshimoto menghadang jalan mereka, Sono-chan berkata pada teman2nya bahwa dia adalah tutor Shigeyuki. Apa yang Yoshimoto inginkan?

Yoshimoto mendengar dari beberapa siswa di kelas mereka, bahwa mereka adalah anak2 yang sering membully Shigeyuki. Mereka yang telah menyembunyikan sepatu dan mengelem paku payung pada kursi Shigeyuki. Siswa yang sering membully menyangkalnya (mungkin dia ketua gengnya yah), lalu berjalan pergi karena tak ingin mendengar ocehan Yoshimoto.



Dengan cepat Yoshimoto mengunci lengan anak itu sampai jongkok ke tanah. Dengan nada mengancam Yoshimoto menyuruh anak itu mendengarkannya sampai selesai. Okey ... Anak tampak ketakutan.


Shigeyuki ke kamar kakaknya untuk meminjam uang. 5 ribu yen untuk saat ini. Shinichi memberikan uangnya, dia berkata jika itu sangat menyakitkan, apa tidak apa2 untuk Shigeyuki tidak pergi (ke sekolah)? Shigeyuki menjawab sambil mengambil uang di tangan Shinichi bahwa ia harus ke sekolah seminggu, karena ia tak mau dibunuh. Shinichi tampak terkejut mendengarnya. Shigeyuki menjelaskan bahwa Yoshimoto telah 'membunuh seseorang'.



Tiba2 Yoshimoto muncul di pintu,"Aku berkata padamu jangan mengatakan pada siapapun, kan ...?" Shigeyuki langsung terkejut melihatnya."Maaf karena telat. Palajaran akan dimulai." kata Yoshimoto lalu berjalan pergi diikuti Shigeyuki.


Di kamarnya Shigeyuki bertanya apa yang  mereka (akan pelajari) mulai hari ini? Yoshimoto menutup pintu, kemudian mengambil kertas di tasnya, (Shigeyuki merasakan sakit saat akan duduk di pantatnya, akibat menduduki paku payung di sekolah) berkata mereka akan memulai dengan bahasa Jepang, menulis (Yoshimoto memberikan kertas itu dihadapan Shigeyuki)."Kau bisa menulis tentang penganiyayaan yang kau dapat hari ini. Dari pagi sampai setelah sekolah, tentang setiap yang kau lalui saat penganiyayaan, hanya meludahkannya keluar,"kata Yoshimoto.


Shigeyuki menyangkal bahwa dia telah dianiyaya. Yoshimoto menatapnya dengan tajam, berkata jika Shigeyuki berbohong dia akan memukul pantatnya dengan pemukul. Kelihatannya akan efektif hari ini (karena pantat Shigeyuki sedang sakit). Shigeyuki mematuhinya dengan kesal.



Shigeyuki membacakan tulisannya pada Yoshimoto,"Ketika aku masuk ke dalam kelas, tertulis kata 'mati' di mejaku. Aku menemukan paku payung yang dilem pada kursiku. Saat aku mencoba melepaskannya, guru masuk. Aku duduk dengan enggan dan pantatku berdarah (Yoshimoto merebahkan diri di tempat tidur Shigeyuki). 


"Selama istirahat, mereka melempar tasku seperti itu adalah sebuah bola, dan melemparnya ke luar jendela"


"Selama makan siang, mereka menaruh lumpur ke dalam bentoku."



"Ketika bersih2, mereka menuangkan air dari toilet padaku."



"Dan ketika aku kembali ke kelas ... ,"Shigeyuki menghentikan bacaannya karena melihat sensei-nya tertidur (atau pura2 tidur)"


Ayah di kamar sedang memilih-milih dasi yang akan di pakai ke kantor.



Shinichi sarapan sambil menatap Yoshimoto senam di halaman.


Saat ayah duduk di meja makan, Shinichi berkata apa dia tahu Shigeyuki mendapat penganiyayaan lagi. Dia memintaku memberinya uang. Ayah dan ibu yang mendengarnya meoleh ke arah Shinichi, terkejut. Shinichi berfikir Shigeyuki diperas. Siapa yang tahu karena tak ada bukti siapa yang memeras. 



Shinichi siap2 berangkat sambil menyuruh ayah bertanya pada Shigeyuki. Shinichi melihat Yoshimoto di luar dengan tajam, sedangkan Yoshimoto melihatnya dengan senyum mengembang sambil senam.



Ayah dan ibu menatap Shigeyuki yang mulai sarapan, ibu mengisyaratkan agar ayah bertanya soal penganiayaan. Ayah seperti tak peduli, pamit untuk ke kantor. Ibu kesal melihat kepergian ayah. Tapi ibu juga tak berani bertanya pada Shigeyuki.


Yoshimoto selesai senam, melihat kejadian barusan dari luar jendela. ii nee ...


Yoshimoto mengikuti dan memotret kegiatan keluarga Numata



Pertama, ayah yang sedang bersama Asami (sepertinya ayah selingkuh)


"Ayah yang tak peduli semua tentang Shigeyuki"


Kedua, Shinichi yang sedang berada di tempat kebugaran dengam pacarnya. Berkata bahwa dia berharap penganiyayaan tak meningkat, mengatai Sgigeyuki adalah pria yang patuh dan tak mungkin melakukan apapun (trus Shinichi sendiri melakukan apa?).


"Kakak yang berpura-pura khawtir tentang Shigeyuki."


Ketiga, ibu yang sedang bersama ibu2 tetangga.


Ibu yang tidak ingin membicarakan Shigeyuki.



Ibu pamit duluan, saat dia berada di balik dinding ibu mendengar ibu2 tetangga membicarakan soal Shigeyuki yang mengalami penganiyayaan. Itu adalah cerita yang terkenal. Mereka mengatai bahwa keluarga Shigeyuki tidak mengajarinya dengan baik ... Ibu yang takut/khawatir mulai menggigiti kukunya. 



Saat ibu menoleh, dia memergoki Yoshimoto sedang memotretnya. Yoshimoto berkata mereka bertemu secara kebetulan (banarkah?)


Yoshimoto ikut ibu berjalan pulang, bertanya,"Apakah anda ingin aku cepat dan berhenti?"

"Bukan seperti itu ..."jawab ibu.

"Itu sulit untukmu, kan? issue dengan Shigeyuki, kemudian suami anda, dan aku."

"Ada apa dengan suamiku?"

"Tidak adda, aku hanya berfikir dasinya lebih menyolok (tak seperti basanya).

"Apa yang coba kau katakan?"

"Tolong jangan khawatir, itu hanya sebuah kecurigaan."



Ibu curhat tentang ibu2 tetangga yang bicara sesenaknya. Yoshimoto berkata,"Sekaramg ini, bukankah fashionable orang tua-anak berteman? Tapi bukan hanya mengabaikan perawatan anak yang tepat? Saat anak lucu, itu tidak bisa membantu. Itu kenapa, tanpa mendapat kesulitan di dunia mereka, kita melihat mereka hangat dari luar. Tapi bukankah itu karena mereka tidak ingin dibenci karena memarahi mereka"

"Apakah anda mengatakan seperti apa aku?"

"Apa? Apa kau mendengar seperti itu? Tapi sekarang guru sekolah tak lagi angkat tangan terhadap siswa mereka, siapa yang akan serius memarahi mereka? (tentu saja orang tua)"




Shigeyuki memberikan sebagian uang yang diminta untuk mengganti Hp yang rusak. Mereka memukulinya sebagai kekurangan uang yang Shigeyuki berikan. Sono-chan sepertinya enggan saat disuruh memukulnya, tapi dia tak bisa menolak dan akhirnya ikut memukulnya berkali-kali.



Yoshimoto-sensei dan Shinichi sedang bermin kotak susun (apa namanya ya? aku tak tahu, pokoknya kita harus mengambil satu demi satu kotak secara bergantian dan tidak boleh sampai roboh). Shinichi bertanya apa benar sensei membunuh seseorang? Dia berpikir pasti Yoshimoto berbohong. Tapi dengan santai Yoshimoto berkata bahwa dia telah membunuh seseorang, itu membuat Shinichi menatapnya tajam.
Yoshimoto :"Apa yang akan kau pikirkan saat merasa diambang kematian?"

Shinichi :"Aku tidak akan tahu seperti itu. Aku tidak pernah memikirkannya."



Yoshimoto :"Seperti yang kuduga. Aku tahu kau akan mengatakan itu."Yoshimoto melihat ke arah Shinichi yang menatapnya tajam. Tiba2 terdengar teriakan ibu yang mengagetkan mereka.



Ibu bertanya pada Shigeyuki yang tergeletak di lantai, apa yang terjadi? Yoshimoto dna Shinichi menghampiri mereka. Shigeyuki berusaha bangun meminta maaf karena telat lalu berjalan pergi. Tapi Yoshimoto memegang lengannya, menyuruhnya membuka baju. Shigeyuki tak mau, berjalan pergi. Yoshimoto dengan paksa berusaha membuka baju Shigeyuki tanpa memperdulikan ibu yang memarahinya karena berlaku kasar.



Ternyata di sekujur tubuh Shigeyuki terdapat banyak memar akibat dipukuli. Tentu saja ibu dan Shinichi terkejut melihatnya. Ibu bertanya siapa yang telah memukulinya? Shigeyuki diam tak menjawab.

Yoshimoto :"Apa yang akan anda lakukan jika dia mengatakannya? Apa anda akan pergi menelephone pihak sekolah jika anda nama mereka? Kemudian, apa anda akan menyuruh guru memperingatkan mereka? Stelah melakukan itu, apakah anda pikir itu tak akan terjadi penganiyayaan lagi?"


Ibu bertanya sambil menangis apa yang seharusnya ia lakukan? Shinichi menjawab daripada mengacaukan sesuatu, mungkin ide yang baik untuk menunggu dan melihat saja untuk sekarang. Shigeyuki dan ibu melihat ke arahnya. Shinichi melanjutakan bahwa sesuatu yang dibutuhkan Shigeyuki adalah untuk berhenti. Shinichi menghampiri Shigeyuki, kemudian menepuk pundaknya, berkata,"Untuk saat ini, kau harus istirahat sementara dan lakukan hal2 yang menurut kemampuanmu sendiri."



Yoshimoto tertawa terbahak-bahak mendengarnya, dia berbicara di tangga,"Kenapa kau mengatakan seperti lyric J-Pop? Apakah kau pikir orang bisa menjadi lebih positif setelah istirahat? Orang yang tak bis mulai mengakhirinya, bahkan tak berhenti di tempat pertama." Seua tampak memikirkan perkataan Yoshimoto.


Yoshimoto menghampiri Shigeyuki, sambil memegang pundaknya ia berkata dengan serius,"Hari ini, kita mempunyai pelajaran tambahan." Yoshimoto menyeret Shigeyuki dengan memegang kerah bajunya.


Yoshimoto membawa Shigeyuki ke tempat dimana Shigeyuki dipukuli. "Kenapa kau dianiaya?"tanya Yoshimoto. Karena aku lemah, jawab Shigeyuki singkat. Tapi Yoshimoto menjawab itu karena Shigeyuki tak akan melawan.



"Jika kau menunjukkan taringmu, lawan mungkin goyah (falter)."Setelah mengatakan itu Yoshimoto membenturkan dahinya ke wajah Shigeyuki hingga hingga hidungnya berdarah."Itu sakit, kan? Air mata tak akan berhenti. Jalan ini adalah yang terbaik untuk membuatmu menghilangkan keinginan lawanmu untuk melawan."



"Cobalah. Buat tubuhmu mengingatnya,"Yoshimoto mencondongkan tubuhnya menyuruh Shigeyuki memukulnya, seperti yang ia contohkan. Shigeyuki diam saja dan akan berjalan pergi, tapi dengan kasar Yoshimoto mendorongnya hingga tersungkur ke tanah.


Shigeyuki sambil menahan sakit berteriak kenapa ia harus melakukannya?,"Lagipula, Jika kau tidak datang, aku tidak akan berfikir untuk melakukan ini (maksudnya tak melawan)!"

"Itu bukan salahku (karena menyuruh Shigeyuki ke sekolah). Kau adalah pecundang sejak lama. Mengurung dirimu di rumah, apa kau pikir akan mengubah apapun? Apakah kau berfikir itu akan menyelesikan masalah jika waktu berlalu." Yoshimoto berteriak,"Itu naif!"


Yoshimoto berjongkok menatap Shigeyuki tajam, dengan serius berkata,"Penganiayaan akan kembali! Sampai kau mati!" Shigeyuki ketakutan mendengarnya. Yoshimoto memegangnya agar berdiri, lalu mendorongnya ke pagar kawat dengan kuat."Aku akan tetap melakukannya hingga kau bisa." Shigeyuki tetap tak berani memukul, Yoshimoto keudian mendorongnya hingga tersungkur.


Ternyata Shinichi melihat kejadian itu dari balik dinding.



Saat ayah pulang, ibu berkata mereka perlu berfikir tentang kepindahan sekolah (Shigeyuki). Ayah tidak menyetujuinya , karena itu tidak mudah. Saat Shinichi masuk, ibu bertanya bagaimana Keadaan Shigeyuki? Shinichi sambil jalan ke dapur berkata bahwa mereka sedang praktek berkelahi. Ayah tak menanggapi dengan santai bukankah itu baik. Ibu marah menyuruh ayah memikirkannya dengan serius.




Saat ayah menaiki tangga ibu tiba2 bertanya soal selera dasi ayah yang berubah. Tanpa menoleh ayah bertanya, benarkah? Ibu tampak marah dengan meremas kain lap di tangannya. Shinichi dari dapur melihat tingkah ibunya.




Saat Yoshimoto berjalan di sebuah lorong, dia melihat seorang anak yang berteriak kepadanya,"Apakah kau pikir kau bisa bertobat untuk dosamu dengan ini?" Saat melihat ke belakang dia juga melihat anak itu berkata,"Apakah kau berfikir kau mampu mengajar seseorang?" 





Yoshimoto memegang perutnya yang terasa sangat sakit, Tiba2 di depannya dia melihat tangan seorang anak yang berdarah, saat mendongak mulut anak itu juga berdarah."Apa yang kau lakukan sekarang sudah benar?" tanya anak itu. Yoshimoto berjingkok menahan sakit, anak itu menghilang tiba2. Itu hanya halusinasi Yoshimoto.



Shigeyuki memanggil-manggil senseinya, ternyata tempat itu adalah tempat mereka berlatih berkelahi tadi. Yoshimoto menutup mulutnya yang terasa akan muntah, dan supaya Shigeyuki tak mengetahuinya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar