Senin, 05 Agustus 2013

[Sinopsis K-Drama] Who Are You? Episode 2



Episode 2


Kyung Min : Itu sangat menakutkan. Seorang paman yang jahat. Juga, aku membenci diriku sendiri, yang tidak bisa melakukan apapun. Dan seperti itu, seminggu berlalu, tapi kemudian ...  Kebetulan, aku melihat Oh Reum.





Tidak sengaja Kyung Min melihat pamannya melemparkan Oh Reum dari atap.

Flashback end




Kembali lagi saat  Shi On menerima SMS dari Gun Woo yang memberitahukan siapa pembunuh Oh Reum, yaitu Psikiater Park Hyeong Jin. Kemudian sampai Dr Park mengunci pintu ruangannya. Dr. Park mendekati Shi On yang ketakutan, mereka saling berhadapan. Shi On menghubungi Gun Woo diam2 dengan ponsel di belakang tubuhnya. Gun Woo langsung mengangkatnya.



Shi On bertanya kenapa Dr. Park melakukan ini (menguci pintu)? Dr. Park tersenyum, lalu berkatta,"tentu saja, itu sebuah pemberian, bahwa kau telah perhatian pada gadis yang mati itu. Karena kau adalah detective yang hebat. Tapi, apa yang harus aku lakukan? (Dr. Park mengambil pensil lalu diarahkan ke wajah Shi On). Tapi sangat buruk bahwa kamu, di depan orang yang melakukan alasan di baliknya, dan mengakui seluruh cerita. (Dr. Park mematahkan pensil di tangannya)." Shi On pura2 tak mengerti maksud Dr. Park.



Dr. Park mengelus pipi Shi On,"Kau sudah tahu, tentang apa yang aku katakan" Gun Woo yang mendengar percakapan mereka tampak terkejut.



Dengan cepat Shi On meninju perut Dr. Park sekuat tenaga sampai Hp nya terjatuh ke lantai hingga mati. Gun Woo yang khawatir menyuruh Kyung Min mengatakan di mana RS pamannya.



Tiba2 Shi On menjadi lemas. Ternyata Dr. Park berhasil menyuntik tangannya. Dr. Park tertawa lebar melihatnya.




Gun Woo pergi ke RS dengan terburu-buru. Dia juga menelephon polisi untuk meminta bantuan. Tidak sengaja dia melewati Dr. Park yang sedang membawa Shi On di kursi roda. Karena wajah Shi on tertutup rambut, Gun Woo jadi tak mengetahuinya.


Saat Gun Woo masuk ke ruangan, Dr. Park dia hanya menemukan Hp Shi On yang sudah rusak di lantai. Gun Woo teringat saat dia melewati seseorang yang seperti Shi On di kursi roda.




Gun Woo berlari dengan cepat untuk menemukan Shi On. Dia melihat Shi On di bawa masuk lift. Gun Woo menuruni tangga untuk mengejarnya. Saat sudah tiba di bawah, dia hanya menemukan sebuah kursi roda tergeletak.



Saat di parkiran, Gun Woo melihat mobil yang akan keluar. Dengan cepat ia menghadang mobil tersebut. tapi saat dilihat, tak ada Shi On di dalamnya. Gun Woo sekilas melihat mobil ambulance di belakangnya melintas, sesaat kemudian dia tersadar. Kemudian berusaha mengejar ambulance tersebut, ada kain yang tadi menyelimuti tubuh Shi On saat di kursi roda tersangkut di pintu belakang ambulance, Gun Woo yakin Shi On ada di dalamnya. Shi On ada di dalam ambulance, tak sadarkan diri.

Gun Woo menelephone polisi unntuk meminta bantuan mencari ambulance tersebut. juga memberitahukan bahwa tersangka membawa polisi sebagai sandera.

Gun Woo melaporkan kejadian tersebut kepada atasannya.



Atasan Gun Woo memarahinya karena Gun Woo melakukan sesuatu yang bukan tugasnya sebagai polisi kehilangan dan penemuan barang. Kemudian ada laporan datang.




Dengan cepat Gun Woo berlari ke tempat Shi On. Ketua tim detectif Choi Moon Shik melihatnya, bertanya apa yang terjadi. Gun Woo memegang tangan ketua Cha, lalu minta maaf. Dengan cepat ia mengambil pistol sunbae nya itu dengan paksa.




Shi On tersadar. Sepertinya di sebuah gedung yang tak terpakai. Shi On tidak bisa berdiri karena masih terpengaruh oleh obat bius. Shi On bertanya pada Dr. Park yang berada di depannya, apa yang diinginkannya?




Dr. Park berjongkok menatap Shi On. Dia bermaksud membunuh Shi On, dengan membuat seolah-olah seperti bunuh diri karena depresi, seperti yang dilakukannya pada Oh Reum. Shi On bertanya kenapa dia dibawa ke tempat itu? Dr. Park mendekatkan wajahnya, berkata bahwa dia ingin tahu satu hal. Kemudian Dr. Pak mengambil kursi lalu duduk di depan Shi On. Lalu bertanya kenapa Shi On tahu bahwa Oh Reum tak melakukan bunuh diri? Karena tak ada bukti adanya pembunuhan. Kecuali dia mendengarnya secara langsung dari anak yang meninggal.




Shi On membenarkan bahwa dia mendengarnya dari Oh Reum. Dr. Park tertawa tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Shi On kesal mendengarnya, karena Dr. Park tak merasa bersalah atas kematian Oh Reum karena nafsu kotornya. Dengan santai Dr. Park berkata, kenapa Shi On berfikir hanya hanya satu anak?. Shi On meneteskan air mata, tak percaya. Dr. Park berkata bahwa itu semua seperti sebuah hoby dirinya. Dia juga berkata bahwa Oh Reum sangat special.




Dr. Park :"Ketika dia berbisik dengan bibir itu bahwa tidak bisa berbicara sepatah katapun ketika melihatku dan gemetar. Apakah itu dari rangsangan atau kesakitan, aku tidak bisa mengatakannya." Dr. Park begitu menghayati ceritanya. Lalu bertanya apa Shi On tersentuh (mendengarnya)?. Shi On sangat kesal mendengarnya. Dr. Park bertanya lagi bagaimana Shi On tahu (Oh Reum tak buuh diri)?



Dengan isyarat tangannya Shi On menyuruh Dr. Park mendekat. Saat sudah dekat, Shi On menaburkan tanah ke wajah Dr Park. Kemudian dengan cepat dia melarikan diri.




Shi On masuk ke sebuah ruangan, lalu bersembunyi di balik tumpukan barang. Dr. Park masuk, lalu menutup pintu ruangan tersebut. Dia memukul-mukulkan tongkat di tangannya sambil mencari Shi On.




Saat akan lari, tak sengaja Shi On memencet tombol membuatnya ketahuan. Karena pintunya sudah di kunci, Shi On tak bia keluat. Dr. Park berusaha memukulnya dengan tongkat. Saat akan memukul Shi On terdengar ada suara tembakan.






Itu adalah Gun Woo. Dia mengarahkan pistolnya pada Dr. Park. Shi On lega melihatnya. Dr. Park tertawa, jika mereka memasukkannya ke penjara, dia akan keluar karena tidak ada bukti. Shi On berkata bahwa Kyung Min akan bersaksi. Dr. Park menjawab bahwa mana mungkin ada yang yang percaya pada anak yang menjalani terapi kejiwaan selama 1 thn. Dr. Park mengarahkan pistol di tangan Gun Woo ke keningnya. Shi On meihatnya dengan kesal dan berurai air mata. Jika Gun Woo menembak orang tanpa bukti, dia akan menjadi seorang pembunuh. Walau kesa Gun Woo tak bisa berbuat apa2.






Gun Woo mulai menurunkan pistonya. Dengan sigap Shi On merebutnya, lalu mengarahkan ke kening Dr. Park. Dengan marah dia menarik pelatuk. Tapi dengan cepat Gun Woo menyingkirkan pistol itu. Walau tak mengenai kening Dr. Park tapi tembakan berhasi mengenai dadanya.




Atas insiden itu mereka dimarahi oleh pimpinan. Shi On berkata bahwa dia akan menanggung semuanya. Gun Woo keluar ruangan dengan marah2. Karena dia bekerja keras untuk kembali ke tim khusus. Shi On hanya bisa minta maaf padanya.



Dengan marah Gun Woo bertanya kenapa Shi On menembak betulan? Shi On berkata pada Gun Woo pasti dia tahu perasaanya dnegan baik (bagaimana marah dan bencinya pada Dr. Park). Lalu Shi On berjalan meninggalkan Gun Woo.



Gun Woo berteriak jika mereka mengalami situasi yang sama apa Shi On akan melakukannya lagi. Shi On beralik dia menjawab bahwa ia akan melakukannya lagi. Gun Woo hanya bengong mendengarnya.




Ketua tim Cha berpapasan dengan mreka, dia bertanya apa Shi on baik2 saja. Shi On minta maaf karena membuatnya khawatir. Ketua tim menatap Gun Woo dengan marah. Gun Woo terlihat takut, berjalan ke arah sunbaenya minta maaf. Dengan kesal ketua tim Cha memiting kepala Gun Woo karena telah merebut pistolnya. Karena Gun Woo diam saja ketua tim melepasnya, kemudian menggeplak kepala Gun Woo berkata bahwa itu tak apa2.




Ketua tim detectif Cha Moon Shik mengajak Gun Woo dan Shi On minum bersama. Gun Woo masih terlihat kesal, Shi On merasa bersalah melihatnya. Ketua Tim Cha bercerita bahwa dia dulu juga melkukan kesalahan hingga dipecat. Dia lalu mengajah istri dan anaknya berlibur ke pulau jeju. Itu adalah liburannya pertama setelah 15 th menikah. Saat di Jeju ia berfikir apa yang paling penting dalam hidupnya? Gun Woo mendengarkan dengan seksama cerita itu.

Ketua menemukan bahwa yang terpenting dalam hidupya adalah waktu yang buruk dalam hidupnya. Ketua tim menjauh dari meja untuk menerima telephon.

Saat Ketua tim Cha kembali ke kursinya dia mengabarkan bahwa keputusan telah dibuat dan gaji akan di potong selama 6 bln, jadi tak ada pemecatan. Gun Woo dan Shi On tak percaya mendengarnya, mereka hanya bengong. Ketua meyakinkan Gun Woo.





Seperti anak kecil, Gun Woo kegirangan mendengarnya. Shi On hanya melongo melihatnya. Gun Woo jadi speechless.






Shi On menyodorkan gelasnya, menyuruh Gun Woo menuangkan minuman. Dengan patuh Gun Woo menuangkannya. Bahkan Gun Woo memanggil Shi On dengan Sunbae mengajaknya cheers, Shi On tersenyum melihatnya. Mereka minum dengan bahagia.



Sepertiya Gun Woo sudah mulai terpesona dengan Shi On. Cie cie cie ...




Saat menunggu taksi lewat, Gun Woo bertanya pada Shi On bagaimana dia tahu Oh Reum tak melakukan bunuh diri? Karena tak ada bukti, saksi, dan itu kejadian yang telah ditutup lama. Lalu bagaimana Shi On menemukan bahwa itu adalah sebuah pembunuhan? Juga hanya dengan satu baju saja. Shi On tersenyum, menjawab bahwa dia hanya beruntung. Tentu saja Gun Woo tak percaya. Shi On berkata bahwa keberuntungan juga adalah keahlian.



Pembicaraan mereka terhenti karena ada taksi lewat. Shi On dan Gun Woo memasukkan ketua tim yang mabuk ke dalam taksi. Setelah itu Gun Woo mengajak Shi On minum ronde kedua. Tapi Shi On berkata bahwa dia harus ke suatu tempat.




Teryata Shi On pergi ke rumah Oh Reum. Shi On mengembalikan baju olahraga Oh Reum pada ibunya. Dengan terisak ibu Oh Reum berterima kasih padanya.





Ibu Oh Reum mengantarkan Shi On sampai pintu pagar. Mereka merasakan kehadiran Oh Reum, hanya Shi On yang bisa melihatnya. Oh Reum melihat ibunya dengan sedih.



Oh Reum tersenyum melihat ke arah Shi On lalu melambaikan tangan. Kemudian dia menghilang dengan senyuman.





Gun Woo yang masih penasaran mencari tahu informasi mengenai Shi On. Lalu ada seseorang masuk. Dia adalah petugas baru di bagian kehilangan dan penemuan barang, Im Seong Chan.





Gun Woo menyambutnya dengan sinis. Dia menyentuh rambut Seong Chan yang memakai minyak dan melihat jari2nya yang berkilauan. Seong Chan beralasan bahwa itu hanya karena nutrisi untuk kuku. Gun Woo terlihat kesal lalu bertanya pekerjaan Seong Chan di mesyarakat. Seong Chan menjawab ia adalah seorang trainee, penyanyi. Gun Woo meyuruhnya duduk di dekat jendela. Tapi Seong Chan tidak mau karena akan terkena sinar matahari. Itu akan membuat kulitnya rusak. Hadeh ...




Shi On datang, Seong Chan langsung memperkenalkan diri. Shi On menyuruhnya duduk di depan meja Gu Woo. Tentu saja itu memuatnya senang. Llau Shi On menyuruh Gun Woo memberi Seong Chan orientasi. Jika tidak bisa beradaptasi dengan cepat dan membuat kesalahan, itu semua salah Gun Woo. Tentu saja Gun Woo terkejut mendengarnya.






Gun Woo menyuruh Seong Chan membawa barang2 ke tempat penyimpanan. Di sana dia memperingatkan Seong chan bahwa dialah yang berkuasa, jadi dia harus patuh padanya. Saat akan memotret barang2 yang baru saja ditemukan, ada tas berwarna silver yang terkunci. Karena sebelum masanya habis mereka tak bisa membuknya paksa.


Gun Woo menjewer Seong Chan karena berkata informal padanya. Dengan terpaksa Seong Chan berkata dengan formal. Lalu Gun Woo menyuruh menyelesaikan pekerjaannya sendiri.




Saat Shi On bekaca, tiba2 lampu di ruangan itu berkedip. Pintu tiba2 terbuka sebdiri. Itu membuatnya ketakutan. Dengan cepat dia mencari obat penenangnya di dalam tas.




Saat meeting Shi On terkena marah ketua karena tak melakukan tugas sesuai bidangnya.






Saat acara makan bersama, Shi On disindir habis2an oleh ketua tim Bong. Shi On hanya menunduk mendengarnya, Gun Woo yang melihat Shi On murung berkata pada ketua. bahwa ketua tim Bong akan membayar untuk mereka. Tentu saja ketua sangat senang mendengarnya, sedangkan ketua tim Bong hanya bisa menerimanya dengan pasrah. Gun Woo langsung memesan makanan yang mahal. Shi On hanya melihat perilaku Gun Woo.




Karna kebanyakan makan, Gun Woo jadi sakit perut. Ia berbaring di bangku taman. Shi On mengeluarkan jarum akupuntur dari tasnya. Gun Wo langsung terkejut melihatnya. Dia berkata bahwa ia baik2 saja. Tapi Shi On berkata memaksanya.




Mereka saling tarik menarik, hingga posisi mereka sangat dekat. Gun Woo terdiam menatap Shi On. Shi On tersenyum semakin mendekatkan tubuhnya dengan tangannya yang berusaha menusukkan jarum ke tangan Gun Woo.



Gun Woo berteriak karena Shi On berhasil menusukkan jarum ke tangannya.





Setelah Shi On mencabut jarum di tangan Gun Woo. Gun Woo bertanya apa Shi On benar2 tak ingat apapun? Soal kecelakaan 6 th yang lalu. Shi On mengiyakan, ekarang adalah 100 hari sejak dia terbangun dari koma. Tapi tidak ada yang ia ingat. Gun Woo beranya apa karena itu ia datang ke pusat kehilangan dan penemuan? Shi On menjawab bahwa ia melakukan pekeraan sukarela. Karena ia merasa ada yang menunggunya di pusat kehilangan dan penemuan makanya ia merasa ditarik ke situ. Gun Woo menganggap Shi On memang benar2 aneh. Shi On kesal mendengarnya, sebelum pergi ia memberikan obat sakit perut pada Gun Woo. Tapi Gun Woo sudah merasa baikan dengan perutnya karena akupuntur. Gun oo mengikuti Shi On berjalan pergi.




Di kantor Seong Chan sangat kesal karena ia harus mengerjakan tugas sendiri, dia menggerutu kesal pada Gun Woo. Ada kotak cincin yang yang terlihat saat akhir drama Who Are You, mungkin itu berhubungan dengan ingatan Shi On.




Saat Seong Chan menyelesaikan tugasnya ia lapor pada Shi On dengan tersenyum. Tapi saat berhadapan degan Gun Woo senyumnya menghilang berganti dengan kekesalan.




Ada seorang pria yang menelephone ke kantor, ia mencari tas berwarna silver dan berat. Karna kantor akan segera tutup, Shi On menyuruh pria itu mengambinya besok. Tapi pria tersebut meminta hari itu juga bisa diambil. Shi On minta maaf karena kantor tutup jam 6. Pria itu tetap memaksa, dia akan ke sana sebelum jam 8. Akhirnya Shi On mengiyakan walau Gun Woo ngomel karena kesal.




Shi On mencari tas silver tersebut di ruang penyimpanan. Saat masuk ia merasa sangat dingin di dalam. Setelah mengmbil koper tersebut, ia merasa ketakutan karena merasakan sesuatu sambil melihat ke sekeliling. Karena tak ada apa2 ia kembali berjalan. Tapi tiba2 ia merasakan sesuatu.




Saat menengok ia melihat hantu yang tampak sangat kedinginan. Hantu itu mendekati Shi On yang ketakutan. Lalu ia melihat ke arah tas silver yang sedang di bawa Shi On.



Gun Woo masuk ke ruang penyimpanan. Ia melihat Shi On yang tampak ketakutan.







1 komentar: