Senin, 12 Agustus 2013

[Sinopsis K-drama] Who Are You? Episode 4



EPISODE 4

Kembali saat Shi On terkejut melihat wajah jaksa Park tampak sekilas berubah menjadi hantu wanita, saat Shi On melihat ke samping ia melihat hamtu wanita itu tak mempunyai kaki menangis sambil menatap jaksa Park.


Saat keluar dari ruang forensic Gun Woo ngomel kesal karena sikap jaksa Park. Dia mengatakan pda Shi On bhwa tunangan jaksa Parrk lari hari sebelum pernikahan mereka.


Di kantor Shi On mencari tahu mengenai jaksa Park. Saat membuka undangan pernikahan jaksa Park ia melihat foto jaksa Park bersama tunangannya, ternyata hantu wanita itu adalah tunangan jaksa Park yang dikabarkan melarikan diri.


Saat Gun Woo masuk, Shi On meminta agar Gun Woo bergabung dengan tim investigasi (tim jaksa Park). Karena telah banyak berpengalaman dalam tim detektif. Dan juga dia satu2nya yang mengetahui kasus itu (potongan tubuh yang telah ditemukan). Serta karena Gun Woo tak suka ekerja bersamanya. Jika Gun Woo melakukan tugas dengan baik, dia bisa ditugaskan ke tim lain. Tentu saja Gun Woo senang mendengarnya. Sebelum pergi Shi On menyuruh Gun Woo tetap mengawasi jaksa Park Woong Joon. Jika sesuatu terjadi, Gun Woo harus memanggil Shi On. Gun Woo mengiyakan saja.


Saat Gun Woo bersama ketua Choi ia mengetahui bahwa permintaan dari pertolongan investigasi datang dari markas besar dan Shi On yang memberi rekomendasi kuat pada Gun Woo utuk pekerjaan itu. Setelah mendengar itu Gun Woo mengingat perkataannya yang kasar pada Shi On saat di ruang penyimpanan. Dia tampak menyesal.


Joint Investigation Team at the Policy Agency

Inspektur Lee sedang menjelaskan hasil investigasinya pada jaksa Park, disan juga ada Gun Woo dan yang lainnya sedang mencatat hasil yang diberitahukan. Diketahui bahwa tangan dan kaki yang telah ditemukan merupakan potongan tubuh yang sama. Mereka menyimpulkan bahwa pelaku mengetahui betul lokasi pembuangan bagian tubuh itu atau telah mengamati untuk waktu yang lama. Karena area itu mudah untuk pembusukan tapi susah untuk orang menemukan sampai radius 10 km. Salah satu petugas mengatakan bahwa ditemukan koper yang ditemukan di dekat tempat sampah area pembangunan. Jaringan kulit telah ditemukan.





Gun Woo yang akan berjalan pergi menghentikan langkahnya melihat gambar koper yang telah ditemukan. Dia teringat bahwa koper itu yang diambil pria gelandangan dari Lost and Found Center, lalu … ada bagian tubuh di dalamnya?. Jaksa Park kesal karena Gun Woo menyimpulakan hal itu seenaknya, karena tidak ada nama yang tertulis di koper itu, itu koper yang biasa. Bagaimana Gun Woo bisa yakin? Jaksa Park menyuruh Gun Woo jangan main2. Tentu saja Gun Woo kesal dibuatnya.



Shi On datang ke rumah ibu tunangan jaksa Park. Sang ibu berkata bahwa anaknya tak seburuk yang telah diberitakan bahwa putrinya melarikan diri dengan pria lain. Dan juga putrinya mempunyai asma yang buruk. Ibu berharap Shi On bisa menemukan anaknya yang menghilang.


Gun Woo mencari gelandangan yang mengambil koper dari Loast and Found Center. Dia meminta sketsa wajah orang yang menyuruh mengambil koper tersebut.





Gun Woo memperlihatkan sketsa pria itu pada jaksa Park dan Inspektur Lee. Jaksa Park memarahi Gun Woo karena melakukan sesuatu hanya dari perkataan gelandangan dan tak ada bukti, itu akan mengganggu investigasi mereka dengan pernyataan tak mendasar. Serta mungkin saja koper itu mungkin bukan koper yang sama. Jaksa menyuruh inspektur Lee menangkap laki2 gelandangan itu dan mendapatkan CCTV dalam radius 3 blok di mana hari itu terjadi. Gun Woo hanya menghela nafas kesal karena diabaikan.



Shi On mendatangi rumah jaksa Park. Jaksa Park yang baru pulang melihatnya sedang berbicara dengan satpam. Dia bertanya apa yang dilakukan Shi On. Seorang detektif datang ke rumah jaksa untuk Investigasi?. Shi On datang berhubungan dengan menghilangnya Jang Yeon Hee, tunangan jaksa Park/si hantu wanita. Jaksa Park marah karena Shi On tak tahu apapun untuk berkata seperti itu. Jika Shi On berada disekitarnya lagi, dia tidak akan membiarkannya sendiri.




Gun Woo menunggu kepulangan Shi On di depan rumahnya. Saat melihat Shi On, Gun Woo langsung menghampirinya. Dia bertanya bagaimana Shi On tahu ada bagian tubuh di dalam koper yang pria gelandangan itu ambil. Kemudian, Shi On pergi ke bukit tanpa tahu apapun? Shi On membenarkan bahwa ia pergi tanpa tahu apapun.

Gun Woo :”Aku mendapat ‘tak cukup bukti’ setelah pergi sampai sepatuku berkeringat, tapi seseorang hanya berjalan dan bagian tubuh keluar dimanapun mereka berada.”

Shi On :”Ak meminta memindahkanmu pada manajer, jadi tunggulah sedikit lagi.”

“Jika kau mengirimku pergi, apakah itu akan berakhir?”

“Bukankah meninggalkan timk yang kau inginkan?”

“Apakah kita dalam satu tim?” (karena Gun Woo merasa Shi On bekerja sendiri dan tak memberitahukan bagaimana Shi On tahu tentang kasus yang telah terjadi)

Shi On tak menjawab, hanya menyuruh Gun Woo pulang karena sudah malam.




Saat Shi On masuk ke dalam rumah, tiba2 lampu mati. Kemudian ada seorang pria yang membekap mulutnya dari belakang. Shi On berusaha melepaskan diri lalu menginjak kaki pria tersebut memuat ia melepaskan Shi On. Dengan berani Shi On memukul pria itu, melempar barang2 di dekatnya ke arah pria tersebut.


Gun Woo yang akan masuk ke mobilnya, langsung berlari ke dalam rumah Shi On setelah mendengar suara dari dalam.





Ternyata ada 2 pria yang masuk ke dalam rumah. salah satunya berhasil membekap Shi On, sedangkan yang satunya mengambil vas untuk memukul Shi On. Saat itulah Gun Woo masuk ke dalam rumah. Ia berkeahi dengan 2 penyusup tersebut. saat Gun Woo sedang menghajar salah satu dari penyusup tersebut, dari belakang pria satunya hendak menusuk Gun Woo dengan pisau yang dimilikinya. Shi On yang melihatnya langsung menghalangi pria tersebut. hingga ia terlempar ke sofa. Gun Woo yang melihatnya berusaha melawan pria yang membawa pisau dengan sebuah remot. Karena merasa taka man kedua penyusup itu mearikan diri dengan mobil yang diparkir di depan rumah Shi On.



Gun Woo dan Shi On keluar mengejarnya. Saat melihat Shi On, Gun Woo melihat bahwa lengan Shi On berdarah. Dia memarhinya karena Shi On keluar dengan luka seperti itu. Lalu menggandeng tangan Shi On masuk ke dalam rumah untuk mengobati lukanya.





Shi On menyuruh Gun Woo pulang setelah mengobati lukanya. Tapi bukannya pulang Gun Woo malah beraring di sofa. Karena mungkin saja penyusup tadi kembai lagi, jadi ia wajib berjaga-jaga. Shi On tak bisa berbuat apa2. Dia melemparkan selimut kepada Gun Woo.




Gun Woo kemudian bangkit dari tidurnya, ngomel2 karena satpam yang lali menjalankan tugas dan juga jendela dan pintu Shi On yang sangat tua. Apa Shi On hanya berkata ‘Selamat datang semua orang’! Shi On diam saja mendengar ocehan Gun Woo. gun Woo bertanya soal ortu Shi On. Dengan santai Shi On menjawab bahwa kedua ortunya sudah meninggal dan ia tak punya saudara. Gun Woo teriam mendengarnya, kemudian bertanya kapan ortu Shi On meninggal? Shi On meihat kea rah Gun Woo, itu terjadi saat hari kelulusan SMP. Gun Woo marah pada penyusup tersebut karena berani mencuri dari rumah seorang detektif markas besar dan akan menangkap mereka. Tiba2 Shi On menyebut nama jaksa Park Woong Joon. Gun Woo tak mengerti. Shi On menjelaskan bahwa korban dalam kasus ini adalah tunangan jaksa Park. Tentu saja Gun Woo tak percaya, karena yang ia ketahui adalah tunangannya melarikn diri. Gun Woo yang bingung lebih memilih tidur.


Di kamarnya Shi On gelisah. Dia kembali mengingat saat hantu Yeon Hee menangis sambil menatap jaksa Park dan soal ancaman jaksa Park padanya.


Jaksa Park sedang melihat pesan terakhir yang dikirim Yeon Hee padanya bahwa tunangannya ingin mengakhiri hubungan mereka karena lelah dan menyuruh jaksa Park jangan melihatnya lagi. Dengan marah jaksa Park melempar foto dirinya bersama Yeon Hee.


Pagi harinya, Shi On mendatangi jaksa Park yang sedang lari pagi. Dia bertanya soal penyusup yang masuk ke rumahnya apa jaksa Park juga melakukan hal yang sama pada Jang Yeon Hee?


Jaksa Park marah, ia mencengkeram baju Shi On menyuruh jangan membawa-bawa namanya (Yeon Hee) di depannya! Shi On tak gentar, ia bertanya untuk terakhir kalinya. Apa dia membunuh Jang Yeon Hee? Jaksa Park terkejut mendengarnya.


Saat pulang, Shi On tak melihat Gun Woo. ia hanya melihat pistol dan sebuah pesan. Gun Woo menyuruh Shi On menggunakan nya untuk menjaga diri sampai rumahnya diperbaiki. P.S. jangan tembak. Shi On menarik pelatuk pistol tersebut, ternyata itu sebuah korek api pistol milik Gun Woo. Shi On tersenyum.



Traffic Control Surceillance Center

Gun Woo dan kepala Choi pergi ke pusat kamera pengawas. Gun Woo ingin tahu orang yang telah menyusup ke rumah Shi On melalui kamera yang ada di dekat rumah Shi On. Dia ingin menangkapnya sendiri. Setelah menemukan plat nomer mobil tersebut, ia meminta ketua Choi mengirim alamat pemiliknya.



Seong Chan mengirim pesan pada Hee Bin/shaman untuk mengajaknya ketemuan. Mereka akan bertemu hari minggu.



Hotel Massage Salon

Shi On mendatangi salon yang sering didatangi Yeon Hee. Dia bertanya dengan salah satu wanita petugas salon apa ada yang berbeda dari Yeon Hee saat terakhir ia datang ke sana. Si petugas wanita itu mengatakan bahwa biasanya Yeon Hee datang dengan tunangannya, tapi hari itu ia datang sendiri. Serta, beberapa nyonya datang saat selesai dan mereka pergi bersama. Seorang nyonya setengah baya, dia menunggu di luar. Dia mempunyai style yang bagus, mungkin dia ibu pengantin.




Saat Shi On naik lift keluar salon, tiba2 lampu lift berkedip-kedip lalu mati. Saat lampu menyala kembali dia melihat hantu Yeon Hee yang tampak kepanasan, Shi On yang terkejut merasakan panas yang ditimbulkan hantu Yeon Hee. Lampu mati lagi sebentar, lalu saat menyala hantu itu menghilang.


Gun Woo mendatangi alamat pemilik mobil, tapi di dalamnya tak ada siapa2 dan ruangannya tampak berantakan. Gun Woo menghubungi ketua Choi untuk mencari alamat yang benar.

Saat berjalan masuk ke kantor, Shi On memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada hantu  Yeon Hee. Ia teringat bahwa saat bagian tubuh Yeon Hee berada di tempat dingin, hantu Yeon Hee juga menjadi kedinginan. Jadi, jika hantu Yeon Hee merasa kepanasan berarti saat ini bagian tubuh yang lain berada di tempat yang panas.


Saat berjalan Shi On melihat hantu Yeon Hee yang tampak kepanasan. Dia bertanya apa yang sebenarnya terjadi padanya?.


Hantu Yeon Hee berjalan dengan wajah sedih. Shi On mengikuti kemana dia pergi.



Shi On mengikuti hantu Yeon Hee sampai ke gedung pembakaran jenazah. Dia langsung bergegas masuk ke dalam. Di tempat lain, Gun Woo mendapat telephone lokasi tersangka.

Shi On menyusuri gedung mencari tahu di mana tubuh Yeon Hee.


Gun Woo juga baru datang ke tempat kemasi bersama para polisi.




Shi On masuk ke sebuah ruangan yang ia curigai tempat tubuh Yeon Hee akan dibakar. Ia menyuruh petugas pembakaran menghentikan membakar mayat. Laki2 yang mengaku sebagai kakak jenazah marah atas tindakan Shi On. Shi On meminta bukti. Si pria mengambil surat dari jasnya, dan saat itulah Shi On melihat pisau yang terselib di saku celana pria tersebut.

Saat Shi On melihat surat pernyataan keluarga jenazah, pelan2 ia mengambil korek pistol di tasnya. Saat Shi On meminta ID Card pada pria tersebut, pria itu marah merebut surat pernyataan dari tangan Shi On. Lalu berteriak pada petugas pembakaran mempercepat mengkremasi jenazah terebut. Shi On berteriak melarangnya.



Pria itu mengarahkan pisaunya ke arah Shi On, dengan cepat Shi On menodongkan pistolnya pada si pria. Gun Woo datang sambil berlari memanggil Shi On.



Gun Woo mengeluarkan tongkat untuk melawan pria tersebut. dengan cepat pria itu dapat diumpuhkan dan kemudian ditangkap oleh polisi.


Jenazah yang akan dibakar dibawa masuk ke ambulance. Shi On pergi dengan mobil Gun Woo.


Di dalam mobil Gun Woo menyimpulkan kejadian yang telah terjadi. Tersangka adalah salah satu yang membuang tubuh dan dia adalah pencuri yang datang ke tempat Shi On. Dia mengubur tangan di bukit dan datang di belakang Shi On lalu Gun Woo pergi ke kantornya setelah mendapat alamat dari Choi sunbae. Dan inspektur Lee menemukan pria itu adaah pria yang sama. Gun Woo bingung memikirkannya. Dia bertnya kenapa Shi On bia tahu untuk datang ke gedung kremasi?

Shi On berkata dengan lesu bahwa rumit untuk dijelaskan. Gun Woo bertanya kenapa dengan wajah Shi On, mereka kan sudah menangkap penjahatnya. Shi On berkata semua belum berakhir. Gun Woo mengerti, itu soal jaksa Park Woong Joon yang masih disangka seorang penjahat dan korban adalah tunangannya?. Mereka belum mengidentifikasi tubuh itu, jadi bagaima Shi On tahu siapa korban?


National Forensic Service

Gun Woo datang untuk mengetahui hasil otopsi. Giginya tidak rusak, jadi mereka menemukan catatan giginya. Namanya Jang Yeon Hee. Ketika di cek identitasnya, mereka menemukan foto undangan pernikahan jaksa Park.




Gun Woo yang melihatnya terkejut. Dia teringat perkataan Shi On bahwa korban adalah tunangan jaksa Park.


Gun Woo dan Shi On melihat jalannya interogasi yang diakukan jaksa Park pada tersangka.



Dengan marah jaksa Park mencengkeram kerah baju pria itu mendorongnya sampai ke dinding. Dia bertanya siapa yang telah membunuh Yeon Hee. Pria itu menjawab bahwa dia tidak membunuhnya, saat ia dia sampai di sana dia (Yeon Hee) sudah meninggal. Jaksa Park melepaskan cenkeramnya, dengan mengatur emosinya ia menyuruh pria itu memberinya alamat dia mana ia pergi (saat menemukan mayat Yeon Hee). Dengan terbata-bata pria itu menjawab, Metro Terrace, Dogok-dong, Gangnam-gu, Seoul. Setelah mendengarnya jaksa Park Langsung terkejut, berarti … klien adalah …




Inspektur Lee menginterogasi orang yang telah membunuh Yeon Hee. Jaksa Park, Shi On dan Gun Woo melihat interogasi tersebut.


Ternyata pembunuhnya adalah ibu jaksa Park. Dengan menangis ibu jaksa Park berkata bahwa ia tak tahu itu akan terjadi terlalu jauh.





Dengan marah jaksa Park masuk ke ruang interogasi. Inspektur Lee meninggalkan mereka berdua. Dengan berurai air mata jaksa Park bertanya, kau tidak tahu itu akan terjadi begitu jauh? Dan kau masih menyebut dirimu manusia, ibu? Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku? Eottoke, eottoke? Jaksa Park yang marah menggebrak meja dengan menangis. Sang ibu hanya bisa menangis.

Fashback

Ibu :”Aku tidak menyukainya dari awal. Aku bekerja sangat keras memBesarkan anakku.”




Yeon Hee berada di mobil bersama ibu jaksa Park. Ibu memberikan foto2 saat Yeon Hee berbelanja bersama ibunya. Iu jaksa Park bertanya dari mana Yeon Hee mendapatkan uang untuk membeli baju di tempat seperti itu? Apakah kau mendapat uang dari Woong Jin? Aku tidak mengharapkan banyak mas kawin/ mahar, tapi kau paling tidak seharusnya tahu tempatmu. Yeon Hee hanya menunduk mendengar penghinaan ibu jaksa Park padanya. Tapi saat ibu jaksa Park menghina ibunya, ia jadi marah, mengatakan bahwa ortunya tak pernah mengambil keuntungan dari orang lain.



Ibu jaksa Park marah langsung menampar Yeon Hee dengan keras. Yeon Hee menangis dalam diam, lalu ada SMS masuk di HPnya yang ada di dalam tas, Yeon Hee melihat bahwa itu SMS dari jaksa Park. Ibu jaksa Park tak suka melihatnya, lalu membuang tas Yeon Hee keluar dari jendela mobil.


Asma Yeon Hee kambuh, dengan terbata-bata ia meminta tasnya. Ibu jaksa Park ketakutan melihatnya, dia buru2 keuar mencari obat dalam tas Yeon Hee.



Saat akan menyerahkan obat, tiba2 ibu termenung. Dia mengurungkan niatnya untuk memberikan obat tersebut.



Asma Yeon Hee semakin parah, dia berusaha keluar untuk mengambil obatnya. Ibu hanya terdiam melihatnya saja dengan obat di tangannya. Sampai akhirnya Yeon Hee meninggal dunia. Ibu yang panic mengusapkan-usapkan obat asma yang tadi ia pegang pada bajunya untuk menghilangkan sidik jarinya. Ibu menghubungi tuan Park , menyuruhnya datang.



Tuan Park memasukkan jenazah Yeon Hee ke bagasi mobilnya, jika ibu mengirim uang padanya, ia akan menanganinya segera.

Ibu mengirim SMS pada jaksa Park dengan Hp Yeon Hee, bahwa dia membatalkan pertunangannya. Jadi yang mengirim SMS adalah ibu bukan Yeon Hee.

“gadis yang mati tidak bisa kembali hidup, jadi aku berharap dia menghilang dari hidupku.”

Flashback End



JAksa Park membuat surat pengunduran diri di kamarnya. Lalu dia menghela nafas melihat foto dirinya dan Yeon Hee yang kemarin ia lempar hingga bingkainya retak. Dia meminta maaf karena menyalahkan Yeon Hee tanpa mempercayainya. Serta karena ia tak bisa menjaganya sampai akhir. Mianhe Yeon Hee ah … jaksa menangis, dia merasa sangat bersalah.


Shi On bertemu ketua Choi di seBuah kafe untuk berterima kasih atas bantuannya. Ketua Choi bertanya kenapa Shi On mengirim Gun Woo ke tim investigasi? Ia meminta agar Shi On berhubungan baik dengan Gun Woo. shi On berkata bahwa setelah kasus ini berakhir, kepindahan Gun Woo akan diputuskan. Ketua Choi menghea nafas, dia berfikir pasti Gun Woo akan sakit jika Ia dikirim pergi. sebenarnya Gun Woo benar2 hangat di dalam hatinya. Shi On tersenyum mendengarnya.

Shi On berkata bahwa walau belum lama, tapi detectif Choi terlihat sangat familiar. Dia merasa pernah bertemu denganya di suatu tempat. Detektif Choi tertawa, ia banyak mendengar seperti itu. Karena wajahnya pasaran. Ia bercanda bahwa wajahnya seperti raja dalam drama. Mereka tertawa bersama. Hehehe …



Jaksa Prk bertemu dengan Shi On dan Gun Woo di depan kantor setelah menyerahkan surat pengunduran diri. ia minta maaf dan berterima kasih atas semuanya. Shi On juga minta maaf karena telah mencurigainya. Jaksa Park tak mempermasalahkannya. Shi On yakin bahwa Yeon Hee telah memaafkan semua orang sekarang. Jaksa Park tersenyum. Gun Woo berharap jaksa Park kembli, karena ia senang bekerja dengannya. Jaksa Park menunduk mengucapkan salam perpisahan diikuti Shi On dan Gun Woo.




Saat jaksa Park berjalan, hantu Yeon Hee mengikutinya sambil menggandengan tangan Jaksa Park. Lalu menoleh ke arah Shi On dengan terenyum tanda terima kasih. Shi On tersenyum melihatnya.



Gun Woo heran apa yang dilihat Shi On? Dia dengar dari Moon Shik sunbae. Shi On adalah orang yang meminta tim investigasi menerimanya. Kenapa kau melakukannya?

Shi On :”Kau berkata kau tidak ingin terlibat denganku.”

“tapi kita masih terlibat.”

“Jadi akan ada seorang yang pindah segera.”

“Aku tidak akan pergi!”kata Gun Woo. Shi On tidak mengerti. Gun Woo menjelaskan bahwa itu karena Shi On menyembunyikan sesuatu darinya. Gun Woo menirukan saat Shi On mengatakan  bahwa korban adalah tunangan jaksa Park Woong Joon. 




Shi On kesal, meminta Gun Woo jangan bercanda dengannya. Lalu mengjak Gun Woo pergi. Gun Woo tidak terima Shi On menghindar darinya, ia masih penasaran dan tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Ia akan mengikuti Shi On sampai akhir. Shi On menantang Gun Woo.


Gun Woo dan Shi On mencatat barang2 yang ditemukan di ruang penyimpanan. Ada salah satu kotak yang tidak diketahui identitasnya. Saat Gun Woo mencoba membukanya, kotak itu tak bisa dibuka.




Shi On memintanya untuk mencoba membuka kotak tersebut. saat ia pegang seperti ada sesuatu yang berusaha keluar dari dalam kotak. Tiba2 Shi On merasakan sakit di kepalanya. Gun Woo yang khawatir menyuruhnya pulang, dia yang akan menyelesaikannya.





Pagi harinya, saat Shi On masuk ke kantor ia berpapasan dengan seorang pria. Ia hanya memandang pria tersebut sebentar. Tapi langkahnya terhenti, ia menoleh pada pria tersebut. ia hanya melihat punggung pria itu yang berjalan keluar. Shi On yang tak merasa mengenalnya hanya berjalan pergi begitu saja.



Saat Shi On sudah pergi, pria itu menoleh ke arah Shi On. Ia adalah Lee Hyung Joo (Kim Jae Wook), polisi sekaligus kekasih Shi On yang tewas ditembak pada episode pertama.


1 komentar: