Senin, 19 Agustus 2013

[Sinopsis K-Drama] Who Are You? Episode 6 Part 1




Sebelumnya aku ucapin selamat hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-68, merdeka!!

Part 1


Ada seseorang yang sedang melihat foto2 Shi On dan Gun Woo, kemudian beralih melihat berkas2 di meja.



Tiba2 angin berhembus menerbangkan bertas2 tersebut. Kemudian Hyung Joon muncul, dia melihat foto2 tadi di meja.



Kembali lagi ke ruang penyimpanan. Shi On berkata pada Gun Woo bahwa ia merasa ada seuatu yang mendorongnya ke Lost and Found Center. Seperti takdir …


Sebelum Shi On melanjutkan kata2nya, lampu tiba2 mati. Saat Gun Woo berdiri akan memeriksanya, lampu kembali menyala.



Terlihatlah Hyung Joon yang sedang melihat mereka dari atas. Shi On sepertinya merasa ada hantu di sekitarnya, seperti yang biasa terjadi.



Sebelum pulang Shi On kembali ke kantor Lost And Center untuk mengambil HP nya yang tertinggal. Setelah menyalakan lampu di dekat pintu, Shi On berjalan kearah mejanya. Tapi tiba2 lampu berkedip-kedip kemudian mati. Shi On yang terkejut, melihat di sekitarnya. Saat melihat ke arah mejanya ia melihat sosok Hyung Joon, tapi Shi On tak bisa melihat wajahnya karena gelap. Siapa kau? Tanya Shi On pada sosok di depannya. Tapi lampu kembali menyala, bersaan dengan itu sosok Hyung Joon menghilang. Shi On melangkah menuju mejanya, lalu mengambil HP di mejanya. Sebelum keluar, Shi On mematikan kebali lampunya. Sosok Hyung Joon muncul kembali.



Gun Woo mengantarkan Shi On sampai ke dapan rumahnya. Dia bertanya kapan Shi On mulai melihat orang yang sudah meninggal. Shi On menjawab itu sekitar 3 bulan lalu. Sejak dia terbangun dari koma. Gun Woo kemudian menyuruh Shi On masuk. Sebelum itu, ia meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi antara mereka. Shi On tersenyum, ia tak mempermasalahkannya. Lalu menyuruh Gun Woo pulang.

Shi On di kamarnya, ia mengingat kejadian saat di kantor tadi. Ketika ia melihat sosok hantu di dekat mejanya. Mungkin ia bertanya-tanya kenapa hantu itu muncul.



Esok harinya, Shi On bertemu dengan seseseorang (aku panggil ketua aja yah), sepertinya ia adalah atasannya saat menjadi polisi. Mereka terlihat akrab. Shi On menceritakan keadaannya yang kadang2 salit kepala tapi itu bukan masalah besar. Itu mungkin karena mimpi buruk yang ia alami akhir2 ini. Shi On selalu melihat kejadian yang terulang di dalam mimpinya. Dokter berkata itu mungkin ingatannya akan kembali. Ketua menyuruhnya datang kepadanya kapanpun jika merasa kesulitan dan mengatakan kepadanya jika mengingat sesuatu, apakah itu sebuah mimpi buruk atau sebuah ingatan. “Aku berfikir semua muridku dari akademi kepolisian seperti anakku sendiri.”Shi On berterima kasih atas perhatian ketuanya. Ketua berkata bahwa Shi On adalah muridnya yang terbaik. Mereka tersenyum.

***

Shi On sedang melihat-lihat barang2 di ruang penyimpanan. Shi On berkata dalam hati”Oh Reum I … dan Yeon Hee ssi …dan ayah detektif Cha. Aku merasa seperti sesuatu mendorongku ke sini. Seperti ada takdir.”


Kemudian Shi On teringat dengan kotak yang saat ia memegangnya, ia merasakan sakit kepala. Ia melihat kotak tersebut ada di meja. 


Saat akan memegangnya, Seong Ha memanggilnya. Ia meberitahukan bahwa meeting akan dimulai. Ternyata Shi On lupa akan hal itu, ia akan ke sana beberapa menit lagi. Akhirnya Shi On pergi sebelum ia sempat memegang kotak tersebut.


Shi On terlambat menghadiri pertemuan. Setelah Shi On datang pimpinan mengumukan bahwa waktu Workshop telah tiba. Itu adalah waktu kerja sama, pertempuran, dan kekompakan. Semua bertepuk tangan mendengarnya. Kecuali Gun Woo dan Shi On yang tampak bingung melihat sekeliling tak mengerti. Kemudian ikut2an bertepuk tangan. Lalu, pimpinan bertanya tentang bagaimana persiapan untuk Workhop?

Ketua Bong langsung mengangkat tangan, divisinya yang akan menyiapkan programnya (untuk kegiatan Workshop). Kemudian pimpinan berkata untuk keperluan logistic adalah … (pimpinan melihat kearah Shi On dan Gun Woo). 



Bagaima jika Lost and Found Center melakukannya? Tanya pimpinan sambil melihat kearah Shi On dan Gun Woo. Shi On dan Gun Woo terkejut mendengarnya. Walau  masih bingung Shi On mengiyakan saja. Pimpinan dan ketua Bong tersenyum melihat kearah mereka. 


Shi On berjalan keluar bersama Gun Woo dari ruang pertemuan. Gun Woo menyalahkan Shi On karena terlambat. Itu membuat mereka melakukan ini (menyiapkan logistic) karena Shi On terlambat. Shi On menjawab bahwa ia yang akan ke tempat itu duluan. Dan menyuruh Gun Woo datang setelah itu. Mereka hanya harus mengkonfirmasi tempat (buat workshop). Apakah kau senang sekarang? Tanya Shi On kesal pada Gun Woo.


Saat berjalan ketua Choi menghampiri mereka. Dia mendengar Gun Woo akan pergi ke Workshop. Gun Woo menjawab bahwa mereka pergi sebelum semua orang menempati tempat itu. Ketua Choi berkata itu lebih baik dari pada tempat abu tumbuhan. Itu yang pertama bagi mereka lakukan sebagai pegawai mengikuti workshop, kan? tanya ketua Choi. Shi On mengiyakan. Gun Woo tampak curiga pada ketua Choi, wae yo? “Aniya, bersenang-senanglah pergi ke sana. Bebek yang beruntung, kau bisa bermain ketika kita harus melakukan pengintaian. Bagaimanapun juga, besenang-senanglah” jawab ketua Choi pada Gun Woo sambil tesenyum menyeringai kemudian bejalan pergi. Gun Woo tampak curiga dengan senyuman menyeringai pada wajah ketua Choi … membuatnya merasa heran apa mereka akan mendapat sesuatu di sana. Shi On hanya terenyum memandang Gun Woo.


Ternyata Gun Woo ikut Shi On ke tempat yang akan dijadikan Workshop. Di mobil, Shi On heran karena katanya Gun Woo tidak ingin pergi. Gun Woo menjawab bahwa seperti yang Moon Shik sunbae katakana, itu lebih baik daripada tempat abu tanaman. Shi On tersenyum mendengarnya.



Saat sudah sampai ke tempat Workshop. Gun Woo terkejut karean ternyata tak ada tempat yang dipesan. Pegawai tempat itu berkata bahwa iatelah mengatakannya di telephone. Minggu ini mereka sudah penuh dipesan. Shi On memegang kepalanya, lalu bertanya siapa yang icara degannya? Petugas berkata tuan Bong Min Ho (ketua Bong), kepala dari divisi ikatan pegawai. Gun Woo sangat kesal mendengarnya. Shi On mengajak Gun Woo pergi.


Dengan kesal Gun Woo menelephone ketua Choi, dia merasa pasti sunbaenya tahu sesuatu, karena dari senyumannya yang mencurigakan.


Ketua Choi menjelaskan bahwa itu adalah tradisi dari workshop ikatan pegawai. Seperti upacara pembukaan untuk inspector senior baru. “Kenapa kau tidak mengatakan pada kita?” Tanya Gun Woo di seberang telephone. Ketua Choi tersenyum mendengar kekesalan Gun Woo. dengan kesal Gun Woo menutup telephone, dia akan menemui ketua Choi nanti.


Setelah Gun Woo menutup telephone. Ketua Choi mendapat telephone dari seseorang. Raut wajah ketua Choi berubah menjadi serius.


Gun Woo mengajak Shi On pulang karena bingung mencari tempat untuk 30 orang besok. Apalagi disaat musim liburan. Shi On marah, karena nanti divisi Lost and Found Center akan disalahkan jika workshop rusak.



Akhirnya Shi On mengajak Gun Woo berkeliling mencari tempat buat workshop.



Lucu liat Gun Woo kesal.



Shi On dan Gun Woo akhirnya menemukan tempat yang sesuai untuk Workshop.


Seong Chan mengajak Seung Ha sedang santai2 sambil mendengarkan music dan merendam kaki mereka. Seong Chan curhat bahwa dia sedang patah hati. Lalu Seung Ha mengusulkan untuk pergi ke penasihat cinta. Walau awalnya Seong Chan menolak, tapi akhirnya dia bersedia.



Malam harinya Gun Woo mengajak Shi On minum. Kemudian bertanya kenapa orang mati muncul. Shi On menjawab mungkin itu karena mereka mempunyai alasan untuk muncul. Gun Woo bingung kenapa mereka muncu di depan Shi On. Shi On juga tak tahu.


Tiba2 hantu Hyung Joon muncul di depan mereka. Hyung Joon sebelumnya melihat alamat tempat workshop di meja Shi On. 



Shi On berdiri untuk memastikan apa benar yang di depannya itu hantu. Hyung Joon melirik kearah Gun Woo lalu mengangguk. Mungkin ia membenarkan jika ia hantu atau hanya memberi salam. Shi On mundur selangkah karena terkejut/takut.


Gun Woo bingung dengan tingkah Shi On. Apakah ada hantu di sini? Tanya Gun Woo yang tak melihat apa2. Shi On berbohong bahwa tidak ada apa2, lalu ia melihat kearah Hyung Joon.



Shi On dan Gun Woo tidur dalam satu ruangan dengan kasur yang berjauhan. Shi On sepertinya sedang memikirkan saat ia bertemu dengan Hyung Joon tadi.




Pagi harinya, Shi On terbangun lebih dahulu. Kemudian ia termenung di pinggir sungai. Shi On mengingat saat Hyung Joon menganggung padanya.”Kenapa mereka muncul di depanku? Tanya Shi On pada dirinya sendiri.



Gun Woo menghampiri Shi On, tapi hanya melihat dari belakang, tak mendekat. Sepertinya ia tahu Shi On sedang galau.


Pimpinan dan para rombongan tiba di tempat Workshop. Pimpinan memuji Shi On luar biasa. Bagaimana bisa ia menemukan tempat yang indah seperti ini? Gun Woo menjawab bahwa sepertinya mereka mengambil tempat yang salah. Wae? Tanya pimpinan tak mengerti. Gun Woo erkata bahwa pimpinan terlihat seperti pergi ke Hawai dengan pakaian seperti itu (pakaian Hawai). Pimpinan erkilah bahwa tempat ini baik juga (seperti di Hawai). Hi On hanya tersenyum. Lalu mempersilahkan pimpinan masuk.



Semuanya berkumpul di pinggir sungai lalu pimpinan berkata,"bahwa, hari ini, diantara udara yang cantik .. kita akan melempar seseorang ke dalam air!" 



Dan yang di ceburkan ke air adalah Gun Woo. Gun Woo kesal, ketua Bong mengatakan bahwa ini termasuk upacara penerimaan untuknya kemudian mereka bersenang-senang. Shi On terlihat sangat menikmati melihatnya.


Shi On hanya melihat orang2 dari jauh. Pimpinan berbisik pada ketua Bong apa perlu mereka menceburkan Shi On juga. Ia percayakan pada ketua Bong. Ketua Bong mengiyakan lalu menghampiri Gun Woo untuk mengajaknya menceburkan Shi On.

Gun Woo dan ketua Bong mengangkat paksa Shi On ke dalam air. Pimpinan tampak senang melihatnya.



Saat di dalam air, Shi On mengingat ia melihat seseorang yang tertembak di kapal.



Gun Woo tersenyum senang setelah menceburkan Shi On tapi saat menoleh, ia melihat Shi On mengambang terbawa arus. Dengan cepat Gun Woo menghampirinya. Kemudian menggendong Shi On ke pinggir.



Shi On termenung di pinggir sungai, mungkin memikirkan kejadian saat di dalam air. Kemudian Gun Woo menghampirinya untuk memberikan handuk. Dia marah karena Shi On tidak bilang jika ia tak bisa berenang.


Shi On :”Aku melihatnya …”Gun Woo tak mengerti, kemudian Shi On melanjutkan,”tembakan.”Gun Woo semakin tak mengerti. Shi On menjawab bahwa ia dengan yakin melihatnya. Sebelum berbicara lebih jauh pipinan menginstruksikan untuk makan, lalu mempersiapkan pelatihan malam.


Seong Chan dan Seung Ha sampai ke tempat konsultan cinta. Seong Chan membaca papan nama konsultan cintanya adalah Dang Hee Bin. Dia menggerutu karena namanya sama dengan wanita yang ia sukai, Hee Bin. Seong Chan kan belum tahu pekerjaan hebin yang sebenarnya adalah peramal, yang ia tahu Hee Bin adalah seorang trainee.



Giliran Seong Chan untuk konsultasi. Seong Chan menunduk saat masuk, sedangkan Hee Bin sedang sibuk melihat-lihat buku jadi tak melihat wajah Seong Chan.

Hee Bin :”Aku lihat kau membuat janji untuk konsultan cinta.”

Seong Chan :”Nde, aku ertemu seorang wanita baru2 ini …”Hee Bin mengangguk mengerti samba teta menunduk sibuk dengan bukunya, Seon Chan melanjutkan,”Aku megatakan sebuah kebohonggan keci, dan …”

Hee Bin berdecak mendengarnya, memotong perkataan Seong Chan. Hee Bin tetap menunduk sambil menjawab keluhan Seong Chan,”yang paling uruk di dalam cinta adalah kebohongan. Jika kau ingin, aku bisa membuatkanmu sebuah jimat. Tapi kau harus meminta maaf padanya pertama. Itu jalan tercepat.” Setelah mengatakan itu, Hee Bin mengangkat kepalanya meihat kea rah Seong Chan. Bersamaan dengan itu Seong Chan juga mendongakkan kepala melihat ke peramal di depannya.




Tentu saja Seong Chan dan Hee Bin terkejut.


Malam harinya di tempat Workshop. Pemimpin memberitahukan bahwa sekarang adalah waktunya perburuan yang membutuhkan kerja tim. Satu orang akan tetap di tempat dan memandu partnernya sebagai pemandu jalan.

Tim dikelompokkan berdasarkan divisinya masing2. Karena dari divisi hanya Found and Lost Center hanya Gun Woo dan Shi On jadi hanya mereka berdua dam kelompok. Gun Woo jadi pemandu, sedangkan Shi On yang masuk ke dalam hutan mencari tempat2 yang harus ia lalui. Pimpinan akan mencatat waktunya, siapa yang tercepat kembali.



Satu persatu kelompok telah selesai, tibalah untuk divisi Lost and Found Center. Shi On berlari masuk ke dalam hutan, sedangkan Gun Woo memandu lewat walky talky.



Hingga sampailah Shi On ke sebuah pondok kosong yang sudah tak terpakai.


Setelah Shi On masuk ke pondok, terlihat ada seseorang yang mengawasinya.



Di dalam, Shi On dipandu untuk naik ke tangga. Setelah itu Shi On harus menuliskan namanya pada papan tulis dan kembali dengan lencana yang disiapkan di sana.



Setelah mengambil lencana, Shi On merasakan ada yang aneh. Ia waspada melihat sekeliling dengan khawatir. Dia berbicara dengan Gun Woo melalui walky talkynya dengan terengah-engah bahwa ia merasakan ada sesuatu yang aneh di sana … Sebelum Shi On melanjutkan kata2nya ada seorang laki2 yang memukulnya dari belakang hingga Shi On tak sadarkan diri. Gun Woo memanggil-manggil inspectornya dengan khawatir.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar