Jumat, 02 Agustus 2013

[Sinopsis K-Drama] Who Are You? Episode 1



Episode 1





2007.7.22.   23:51 PM
Seorang polisi (Kim Jae Wook) sedang mematai-matai sekelompok penjahat di sebuah kapal,. Tapi sayang dia ketahuan. Terjadilah kejar2an diantara mereka. Sampai akhirnya polisi itu bisa dikepung oleh para penjahat tersebut. tak ada jalan lain, dia menembakkan pistol di tangannya ke udara. 



Suara itu mengagetkan Yang Shi on (So Yi Hyun) yang berada tidak jauh dari kapal, membuatnya bergegas lari kearah kapal. Kembali ke kapal, sang polisi masih berusaha lari dari kejaran para penjahat. Tiba2 saja dia terkejut menghentikan larinya.



Di sisi lain Yang Shi On berlari di kapal mencarinya. Saat dia berada bagian atas kapal, dia melihat polisi tadi yang sedang saling menodongkan pistol dengan seseorang, tidak diperlihatkan wajah si penodong. Orang tersebut menembak Kim Jae Wook. Mungkin Kim Jae Wook megenal orang tersebut, karena saat dia ditembak dia diam saja dengan pistol di tangannya.

Yang Shi On yang melihat Kim Jae Wook ditembak di depan matanya, berteriak,”Andweee ….”. Tentu saja itu membuatnya ketahuan oleh para penjahat itu, teradilah kejar2an diantara mereka.





Tapi sial. Yang Shi On menemui jalan buntu. Salah satu penjahat memukul kepalanya dari belakang dengan tongkat. Sebelum Yang Shi On tak sadarkan diri dia melihat polisi tadi memandangya, lalu kilas balik saat2 dia bersama si polisi. Sepertinya mereka sepasang kekasih. Dia mengingat saat Kim Jae Wook menciumnya, lalu berjalan pergi dengan senyuman. Mungkin itu beberapa saat sebelum melaksanakan tugas pengintain.



6 tahun kemudian …

Ternyata Yang Shi On masih hidup, dalam keadaan koma. Suatu hari tiba2 saja dia terbangun dari komanya. Saat para dokter memeriksanya, mereka semua bingung bagaimana Yang Shi On bisa tiba2 terbangun dari komanya dalam keadaan normal.




Yang Shi On berada di ruang interogasi dengan 2 orang polisi yang sedang menginterogasinya. Mereka bertanya soal kejadian 6 thn lalu, 20 Juli 2007. Tapi berapapun ditanya Yang Shi On tak bisa mengingat kejadian tersebut. Para polisi tidak percaya karna ada 2 polisi rahasia dengan intel pada penyelundupan. Tapi seorang polisi yang tertembak mati ditemukan. Dan polisi Yang Shi On ditemukan hanya 20 m darinya, pingsan.


Salah satu polisi menunjukkan photo Kim Jae Wook pada Yang Shi On. Walau begitu Yang Shi On tak bisa mengingat kejadian waktu itu dan tidak mengingat siapa laki2 dalam foto tersebut.



Yang Shi On sudah tak tahan lagi ditanyai soal kejadian 6 thn lalu. Dia berjalan kearah kaca yang dibaliknya ada juga para polisi yang melihat interogasi tersebut. yang Shi On berkata,”Aku juga ingin tahu, kejadian itu yang membuatku frustasi dan merasa seperti aku menjadi gila. Apa yang terjadi hari itu, kenapa aku pergi ke sana, kenapa aku tidak bisa mengingat apa yang terjadi hari itu. Jika aku masih mempunyai beberapa harapan bahwa aku bisa menemukan ingatanku, tolongktakan. Aku akan sangat berterima kasih.” Para polisi sepertinya menjadi percaya dengan perkataan Yang Shi On. Salah satu polisi yang melihat dari balik kaca tersebut adalah seorang kepala tim detektif, Choi Moon Shik.




3 bulan kemudian …

Yang Shi On sedang memeriksakan diri/berkonsultasi pada Dokter Park Hyeong Jin. Di belakangnya juga tampak seorang dokter yang sedang mencatat. Yang Shi On terganggu dengan dokter di belakang, yang memainkan bolpoint. Seperti di drama SHARK, dokter itu menceklek-ceklekkan bolpointnya.

Yang Shi On menceritakan kondisinya pada Dr. Park setelah bangun dari koma. Dia bisa melihat orang,”Mereka manusia, tapi … Aku yakin mereka bukan manusia.” Dr. Park tak mengerti. Shi On menjelaskan,“Anda mengerti … mereka mempunyai wujud seseorang, tapi … mereka tak berkata apapun, juga tidak mempuyai focus pada mata mereka, dan tidak mempunyai expresi. Dan juga aku berfikir hanya aku yang bisa melihat mereka.”



Dr. Park bertanya apa mereka sekarang ada di ruangan itu? Yang Shi On melihat di sekelilingnya, tidak ada yang aneh. Dia berfikir mereka tidak ada di situ. Dokter yang berada di belakang tersenyum sambil mempercepat menceklek-ceklekkan bolpointya. Itu membuat Yang Shi On semakin terganggu. Dia berdiri menghadap dokter tersebut, menyuruhnya berhenti. Dokter itu berdiri tanpa ekspresi, lalu berjalan kearah jendela dengan semakin cepat menceklek-ceklekkan bolpointnya.




Terlihatlah belakang kepala dokter itu terluka (merinding ngeliatnya). Yang Shi On tentu saja terkejut, berarti dokter tersebut hantu. Dokter itu membuka jendela, menghentikan menceklekkan bolpoint menghadap Yang hi On dengan tersenyum. Lalu tiba2 terjun ke bawah.



Yang Shi On yang terkejut, berusaha menguatkan dirinya, melangkahkan kaki mendekati jendela. Dr. Park melihatnya dengan bingung. Saat sampai di dekat jendela, Yang Shi On melihat bolpoint di pinggir jendela, yang kemudian jatuh tertiup angin. Dengan takut2, dia melihat ke bawah. Tidak ada apa2 di bawah.



Di kantor polisi Cha Gun Woo (Taechyeon) sedang berada di depan kaca, dia berlatih berbicara untuk menyambut ketua tim baru (jadi inget I HEAR YOUR VOICE). Dia bekerja sebagai detektif bagian kehilangan dan penemuan barang.


Yang Shi On tiba2 masuk dengan menggunakan pakaian santai menuju sebuah meja, lalu mengeluarkan barang2 perlngkapan mandi dari tasnya. Gun Woo mengira dia wanita gila yang suka membuang sampah di depan stasiun polisi. Kemudian menyuruh bawahannya mengeluarkan Shi On.


Gun Woo menggerutu kesal karena ada yang membuang sampah di sana. Dengan membelakangi bawahannya dia bertanya kenapa lama sekali mengeluarkan wanita tersebut. Bawahannya dengan gugup memanggilnya, menyuruhnya melihat sesuatu.




Dengan kesal dia bertaya pada bawahannya ada apa. Tiba2 matanya melotot melihat ada pengenal polisi di tas Yang Shi On. Dia adalah ketua inspectur yang baru. Shi On hanya menanggapinya dengan santai, menyuruh Gun Woo menyiapkan ruang penyimpanan untuk inspeksi, karena dia akan kembali 30 menit lagi (setelah mandi). 



Gun Woo masih bengong, tanpa menjawab sampai Shi On menyuruhnya menjawab. Gun Woo yang masih tak percaya hanya mengangguk mengiyakan.


Shi On telah memakai seragam bersama Gun Woo pergi memeriksa ruang penyimpanan yang digunakan untuk menyimpan semua barang2. Shi On melihat-lihat barang2 yang ada di tempat tersebut. 



sedangkan Gun Woo sedang menelephone ketua tim detektif Choi Moon Shik untuk protes karena tak diberi tahu terlebih dahulu tentang Shi On. Dia tahu kalau Shi On adalah orang yang sembuh dari koma selama 6 tahun. Gun Woo mungkin meragukan Shi On yang sudah lama tak bertugas. Dia tidak melanjutkan kata2nya karena Shi On memanggilnya.



Shi On bertannya pada Gun Woo berapa lama barang2 disimpan di sana. Saat Shi On mengambil sebuah barang tak sengaja ada sebuah bolpoint menggelinding. Sepertinya itu bolpoint yang dipegang hantu dokter di rumah sakit. Gun Woo menjawab dengan nada kesal bahwa menurut polisi adalah 1 thn 6 bln 14 hari, tepatnya 561.5 hari. Setelah itu barang2 tersebut akan dilelang. Gun Woo bergumam dengan kesal karena Shi On tak tahu apa2, tapi pangkatnya 2 level diatasnya.


Shi On mengambil sebuah baju, ada tanda pengenal dengan nama  Dan Oh Reum di baju tersebut.



Shi On sepertinya kesal mendengar gerutu Gun Woo. Dia menatap Gun Woo yang membuat Gun Woo terkejut ditatap seperti itu dengan gugup ia bertanya ada apa. Shi On mengajak Gun Woo berbicara. Mereka berjalan meninggalkan ruang penyimpanan tersebut.


Shi On mengajak Gun Woo minum di sebuah kedai/restoran. Dia memperbolehkan Gun Woo mengatakan apa yang dipikirkan tentangnya.


“Bisakah aku mengatakan yang sebenarnya?”tanya Gun Woo yang di iyakan oleh Shi On. Gun Woo meminum minumannya, lalu berkata,”Sebenarnya … aku benar2 tidak menyukai situasi ini. Walaupun aku 3 thn lebih muda daripada anda. Aku 1 thn dan 8 bln lebih dulu dari anda. Hanya karena lulusan dari akademi polisi. Anda polisi 2 level lebih tinggi. Dan anda pikir aku akan suka fakta bahwa seorang ketua tim wanita datang?”


Shi On tersenyum mendengarnya, lalu dia meminum minumannya. Kemudian berkata bahwa dia mengerti,”Tapi kau tahu, ada seseorang berkata. Jika kau ikuti, kemudian takdirmu akan memandumu. Jika kau tidak ikuti, kemudian takdirmu akan memaksamu.”

“Pikirkanlah dengan hati2. Bagaimana kau akan mengatur takdirmu.”Shi On mengetok-ngetokkan gelasnya ke meja. Lalu dia berjalan meninggalkan Gun Woo untuk memikirkan kata2nya. Gun Woo memandang kepergian Shi On dengan bingung tak mengerti. (maksudnya Shi On ditempatkan sebagai inspector adalah takdir).




Ternyata Shi On pergi ke kama mandi untuk mencuci muka. Tapi tiba2 saja lampu di ruangan itu berkedip-kedip, lalu terdengar suara rintihan. Shi On menghampiri asal suara tersebut. dia bertanya apa ada orang di dalam, dengan takut2 dia membuka salah satu ruang kamar mandi. Tidak ada siap2 di dalamnya.



Lampu tiba2 mati. Ada sekelebat sosok yang keluar dari ruangan tersebut, tapi saat Shi On beralik tak ada orang. Lampu kembali menyala. Shi On berbalik akan keluar kamar mandi. Tapi dia dikejutkan oleh seorang gadis yang terdapat luka di wajahnya. Shi On dengan ketakutan melangkah mundur, sambil menyuruh gadis itu jangan mendekat.



Gadis itu memegang lengan Shi On. Ada darah yang tiba keluar. Gadis itu menatap Shi On yang semakin membuatnya histeris.




Gun Woo datang karena mendengar teriakan Shi On. Dia bertanya apa yang terjadi? Dengan gemetar Shi On berkata bahwa ada darah. Seorang gadis yang berlumuran darah. Dengan sigap Gun Woo mengeluarkan pistol, memeriksa setiap ruang kamar mandi, kosong.

Shi On terengah-engah berkata,”Dia (gadis itu) memakai seagam sekolah. Seorang gadis dengan rambut panjang.” Shi On melihat lengannya yang tadi terkena darah, tidak ada darah di sana.

Gun Woo menepuk tangannya dua kali di depan wajah Shi On menyuruhnya sadar. Gun Woo mengira Shi On berhalusinai karena alcohol.



Keesokan harinya, Gun Woo curhat mengenai Shi On pada ketua tim detektif Choi Moon Shik. Ketua Choi menyuruh Gun Woo mengerti tentang kondisi Shi On karena baru bangun dari koma. Tapi Gun Woo tetap protes, membuat ketua detektif tersenyum mendengar ocehan Gun Woo.



Tak sengaja Gun Woo mengatakan soal pistol. Itu membuat ketua Choi terkejut, bertanya apa Gun Woo mempunyai pistol? Karena itu akan menjadi masalah kalau ketahuan Shi On. Gun Woo memegang bahu ketua Choi menyuruhnya tenang. Bertepatan dengan itu, Shi On datang. Shi On langsung meminta Gun Woo mengembalikan pistol tersebut. walau awalnya Gun Woo enggan memberikannya, tapi pada akhirnya dia tak bisa berrbuat apa2 lagi selain menyerahkan pistolnya.




Saat Shi On menarik peltuk pistol tersebut, ternyata itu hanya sebuah korek api. Wkwkwkwk … Ketua Choi tertawa sambil menutup mulutnya. Gun Woo beralasan mungkin saja dibutuhkan saat bertemu kriminal. Shi On hanya menatap Gun Woo. Ketua Choi memperkenalkan dirinya pada Shi On. Lalu meminta Shi On menjaga Gun Woo, kemudian pamit pergi.




Ada acara pelelangan barang yang sudah melewati masa penyimpanan. Shi On yang bertugas menjelaskan barang2 tersebut dengan Gu Woo.



Saat Shi On menjelaskan baju oleh raga milik Dan Oh Reum, dia terdiam menatapnya, teringat bahwa hantu yang dilihatnya di kamar mandi juga bernama Dan Oh Reum.




Saat dia menoleh ke arah para hadirin. Dia melihat hantu Oh Reum sedang menatapnya. Semua bingung melihat Shi On yang terdiam dengan wajah ketakutan. Gun Woo berbisik memanggilnya.

Karna Shi On tetap diam saja, Gun Woo akhirnya naik ke podim menghampirinya. Gun Woo memanggil Shi On dengan mengguncang-guncangkan bahunya. Shi On akhirnya sadar, menoleh kea rah Gun Woo. Saat dia kembali melihat ke tempat hantu Oh Reum tadi, ternyata sudah menghilang. Shi On menghela nafas, lalu melanjutkan menjelaskan.



Saat Shi On berjalan di sebuah gang menuju rumahnya. Dia melihat hantu Oh Reum lagi. Dengan takut2 dia berjalan sambil melihat sekeliling. Ternyata hantu itu mengikuti Shi On, membuat Shi On berlari sekuat tenaga menuju rumahnya.





Saat sudah sampai di dalam rumah, Shi On dengan gemetar mengeluarkan pil penenang dari dalam tasnya. Tanpa sengaja dia menjatuhkan botol obatnya sampai isinya berhamburan di lantai. Saat dia memunguti obatnya yang berhamburan, dia melihat hantu Oh Reum di depannya. Hantu itu menatapnya sambil berurai air mata. Dengan histeris Shi On berjalan masuk  ke kamar mandi.



Shi On berjongkok dengan lemas di balik pintu kamar mandi dengan terengah-engah. Kemudian dia melihat tulisan ‘Help Me’ di kaca kamar mandi.


Shi On sedang mencarii informasi tentang Dan Ah Reum di kantor. Diketahui bahwa Dan Oh Reum meninggal karena bunuh diri.


Saat baju olahraga Oh Reum akan dibakar Gun Woo di tempat pembakaran karena tak ada yang membelinyaa di acara pelelangan. Shi On datang sambil berlari, berteriak melarang membakarnya. Lalu meminta baju tersebut.




Saat berada di kantor, Shi On menyuruh Gun Woo melakukan sesuatu menurut apa yang dikatakan tanpa menanyakan alasannya. Lalu menyuruhnya mencari tahu semua mengenai Dan Ah Reum dari sekolahnya. Dengan kesal Gun Woo bertanya kenapa dia harus melakukannya (itu kan tugas polisi). Shi On berkata bukankah kembali ke tim angkatan rahasia adalah harapannya? Karena yang bisa mengajukan hal itu adalah Shi On.





Gun Woo datang ke sekolah Oh Reum dengan terpaksa, karena ingin masuk ke satuan khusus. Sedangkan Shi On datang ke rumah Oh Reum. Dia bertemu dengan ibu Oh Reum. Ibu Oh Reum mengatakan dengan sedih bahwa, anaknya tidak bisa berbicara (tunawicara) dan hanya menulisnya di sebuah catatan.




Ibu Oh Reum pamit untuk mengambil minuman. Saat itu Shi On mendengar suara piano. Saat menengok kea rah sumber suara, dia melihat Oh Reum sedang memainkan piano. Shi On berjalan menghampirinya. Oh Reum melirik melihatnya (tidak ada luka di wajah Oh Reum), lalu berdiri berjalan ke sebuah kamar. Shi On mengikuti Oh Reum masuk.


Terdapat banyak lukisan di dalam kamar. Shi On memotret nama Dan Oh Reum di salah satu lukisan.





Shi On datang ke sekolah seni Picasso. Dia melihat hantu Oh Reum berdiri di atas gedung tersebut. Shi On masuk mengikuti hantu Oh Reum dengan berlari. Tanpa sengaja dia menabrak seorang anak laki2, membuat tempat sampah yang di bawa anak itu terjatuh dan sampahnya berhamburan.




Tepat saat itu Gun Woo menelephone Shi On. Gun Woo tak menemukan hal yang aneh, tapi hanya bahwa Oh Reum mempunyai pacar di sekolah bahasa Jepang, namanya Bae Kyung Min. Shi On menyebutkan nama Bae Kyung Min, membuat anak laki2 yang memunguti sampahnya tadi melihat ke arahnya. Dia adalah Bae Kyung Min.






Shi On menginterogasi Kyung Min. tapi Kyung Min berbohong bahwa dia tidak mengenal Oh Reum dan hanya menghadiri kelas seni dengannya. Dengan marah Kyung Min berkata bagaima dia pacaran dengan gadis yang tidak bisa berbicara, itu memalukan. Setelah mengatakan itu Kyung Min berjalan hendak pergi. dengan sigap Shi On memgang tangannya, membuatnya berhenti. Shi On bertanya apa Kyung Min yakin Oh Reum benar2 bunuh diri?. Dengan tegas Kyung Min berkata bahwa dia tidak tahu, dia mengatakan hubungannya dengan Oh Reum hanya rumor dan itu memalukan. Kemudian menyuruh Shi On jangan datang menemuinya lagi. Dengan kasar dia mengibaskan tangannya untuk melepaskan pegangan Shi On.


Ternyata Shi On belum meninggalkan gedung itu. Dia berdiri di luar gedung menunggu kedatangan Gun Woo. Dengan kesal Gun Woo datang menghampirinya, saat mereka berjalan pergi meninggalkan gedung tersebut, terdengar suara oaring ramai dari arah gedung.




Shi On berbalik melihat Kyung Min yang hendak bunuh diri dari atas gedung. Kyung Min berdiri menangis sambil memegang sebuah hiasan Hello Kitty. Dengan gemetar Kyung Min melangkahkan kakinya, hendak terjun. Shi On diikuti Gun Woo datang ke atap. Shi On menyuruh Kyung Min turun, Kyung Min menyuruh mereka jangan mendekat.





Gun Woo mengeluarkan borgolnya, lalu memborgol salah satu tangannya. Dia menyuruh Kyung Min lompat kalau berani. Karena dia pikir Kyung Min hanya menggertak. Tak disangka Kyung Min benar2 terjun. Gun Woo berlari ke arahnya, sdangkan Shi On menutup wajahnya dengan tangan.





Saat membuka matanya, Shi On melihat tangan Gun Woo. Ternyata Gun Woo berhasil menangkap tangan Kyung Min dan memborgolnya. Kyung Min pingsan saat ia melihat ke bawah dan hiasan Hello Kitty di tangannya terjatuh. Shi On beruaha sekuat tenaga menarik mereka.




Kyung Min sedang dirawat di RS, dia sedang teridur karena shock. Shi On duduk di dekatnya. Gun Woo datang menghampirinya, dia berkata dengan heran, karena kejadian itu terjadi secara tiba2. Jika Oh Reum benar2 bunuh diri, kenapa laki2 mencoba melompat dari gedung setelah bertemu Shi On? Karena Kyung Min tak ingin mengatakan apapun mereka bingung bagaimana bisa mengetahui masalah yang terjadi. Gun Woo menjelaskan pada Shi On bahwa mereka butuh seseorang untuk berkonsultasi. Mendengar itu Shi On tampak berfikr, lalu dia buru2 pergi dari ruangan itu.



Ternyata Shi On pergi untuk berkonsultasi pada dokter Park. Dr Park menyuruh Shi On menceritakan semuanya dari awal.





Kyung Min akhirnya bangun, dia melihat Gun Woo duduk di sampingnya. Gun Woo menyuruhnya istirahat, lalu menaruh hiasan Hello Kitty di tangan Kyung Min. Karena Kyung Min diam saja Gun Woo berjalan pergi untuk membelikannya makanan. Tapi langkahnya terhenti arena Kyung Min mulai berbicara tanpa melihat ke arah Gun Woo. Bahwa dia pertama bertemu dengan Oh Reum saat di kelas seni. Kyung Min menggenggam hiasan Hello Kitty di tangannya dengan erat.





Flashback …

Saat di sekolah seni. Bukannya melukis patung di depannya, Kyung Min malah melukis Oh Reum. Hehehehe …. Oh Reum tersenyum melihatnya.

Suara Kyung Min :”Oh Reum … Dia mempunyai kekurangan pendengaran yang lemah, tapi … dia adalah gadis yang sangat cantik … aku sangat menyukai Oh Rum.”



Ah Reum memberikan hiasan Hello Kitty pada Kyung Min di atas gedung.

“Beruntung, Oh Reum menyukaiku juga. Aku sangat bahagia. Tapi … Oh Reum sedikit berbeda.”


Kyung Min menggenggam tangan Oh Reum.

“Untuk berkencan dengan seorang laki2 ‘Normal’, dia berkata sangat berat.”


“Aku ingin membantunya. Untuk Oh Reum, tidak, untuk kita berdua. Jadi aku memperkenalkannya untuk sebuah terapi yang aku tahu.”




Oh Reum sepertinya menghindari Kyung Min.

“Oh Reum … dari dokter … mendapat terapi. Tapi kemudian … saat Oh Reum berubah menadi seseorang yang berbeda, aku mengetahunya kemudian. Aku sangat frustasi.”


Kyung Min datang ke RS tempat Oh Reum terapi.

“Itu kenapa, aku pegi untuk menemui si penerapi. Untuk menyanyakan tentang kondisi Oh Reum. Juga, untuk konsultasi”




Kyung Min masuk ke ruangan dokter tersebut. saat melihat ke dalam ternyata ia tak melihat siapa2 dan lampu diruangan itu juga mati. Tapi ia melihat di dalamnya ada ruangan yang terbuka. Saat ia melihatnya, ternyata Oh Reum sedang dilecehkan oleh dokter tersebut. oh Reum tampak meneteskan air mata, tak bisa berbuat apa2.

Di sana … aku melihat sesuatu yang aku tidak seharusnya aku lihat.”

Flashback end …



Gun Woo bertanya kenapa Kyung Min tak melaporkannya ke polisi? Dngan terbata-bata Kyung Min mengatakan bahw dokter itu adalah … pamannya. Tentu saja itu membuat Gun Woo terkejut, lalu dia bertanya siapa nama dokter tesebut.




Gun Woo langsung menghubungi Shi On yang masih berada di ruangan Dr. Park, tapi karena tak diangkat dia mengirim pesan padanya. Bahwa yang melakukan kejahatan adalah psikiater. Namanya adalah Park Hyung Jin. Shi On melihat papan nama dokter di depannya, Park Hyung Jin.




Dr. Park yang sedang mengambilkan minuman untuk Shi On, meliriknya ke arahnya. Lalu mengambil sesuatu dari dalam laci. Kemudian menaruh minuman tersebut di depan Shi On yang tampak ketakutan. 





Dr. Park berjalan ke arah pintu, menguncinya. Shi On langsung berdiri, bertanya kenapa dia mengunci pintunya tiba2?. Dr. Park tersenyum, berkata kenapa Shi On memikirkannya?










Tidak ada komentar:

Posting Komentar